Artikel
St. Vincentius a Paulo, RS Berwawasan Lingkungan
Tuberkulosis Bisa Disembuhkan
Dermatitis, Tomcat Bukan Herpes
Diabetes Mellitus (DM) dan Panyakit Ginjal Kronis
Mengenal Untuk Mencegah Kanker Pada Anak
Doa yang Lahir Dari Iman “Obat” Bagi Mereka yang Sakit
Syukur Natal Dalam Kesederhanaan
Ibu...
Terang Lilin Adven, Terangi Langkah Pelayanan
Pahlawan Idola Di Balik Seorang Manajer RKZ Surabaya
Customer Care RKZ Surabaya
Partner kami:
 
Tuberkulosis Bisa Disembuhkan

     Pada kesempatan peringatan hari Tuberkulosis Internasional yang diperingati setiap tanggal 24 Maret, mari kita melakukan tindakan pencegahan dengan berbagi informasi terkait penyakit TB ini.  Dengan lebih mengenal seputar tuberculosis (TB), diharapkan dapat mencegah penularan dan menekan angka kematian yang disebabkan penyakit ini. Selamat membaca dan semoga informasi yang kami berikan bermanfaat bagi Anda.

Tuberkulosis…
    Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis yang merupakan satu golongan dengan penyebab penyakit lepra. Jenis penyakit TB juga beragam, diantaranya TB paru, usus, dan tulang. Menurut dr. Harianto Tanumihardja, Spesialis Paru (60), setiap TB memiliki gejala masing-masing. “Misalnya untuk TB paru, batuk disertai darah, sesak nafas, rasa nyeri di dada.

Untuk gejala TB usus biasanya diare berkepanjangan dengan disertai nyeri pada perut, sedangkan pada tulang terjadi benjolan dan nyeri pada tulang”. Untuk gejala secara umum biasanya suhu badan pasien tinggi, nafsu makan berkurang, dan berkeringat dingin. Di Indonesia sendiri kasus yang paling banyak terjadi adalah TB paru.

Siapa yang paling rentan terserang TB?
     Beberapa tahun yang lalu, orang yang paling beresiko terkena TB adalah orang-orang yang kurang gizi. Tetapi sekarang, orang gemuk juga memiliki potensi terserang kuman yang juga dikenal sebagai bakteri tahan asam ini. “Pada dasarnya, orang yang rentan terkena TB disebabkan daya tahan tubuh yang berkurang, karena system imun tubuh terhadap kuman Mycobacterium TB itu sendiri”, jelas dokter yang sudah 7 tahun menjadi doter tetap di RKZ ini. Menurut dr. John Moore-Gillon, pakar TB dari Inggris menyebutkan bahwa sejak WHO mendeklarasikan TB sebagai penyakit berbahaya, jumlah penderita meningkat dan para perokok beresiko dua kali lipat untuk terkena TB hingga resiko meninggal karena penyakit tersebut1. Dokter Harianto mengakatan, “Orang dengan HIV memiliki resiko lima hingga sepuluh kali lebih rentan dan sangat mudah terkena TB”.

Bakteri TB Bisa Mati
      Pencegahan penyebaran virus biasanya dilakukan dengan vaksin BCG. “Pada dasarnya kita ini hidup diantara orang yang dengan TB, jadi lebih baik jaga kesehatan sehingga system imun tetap terjaga”, jelas dokter yang juga bapak 2 anak ini. Secara empiris, proses pengobatan pada pasien TB minimal silakukan selama 6 bulan. Selama 6 bulan ini, pasien harus melakukan pemeriksaan dan mengkonsumsi obat secara teratur.
TB dapat sembuh dan bakterinya pun bisa mati dengan catatan pasien melakukan pengobatan secara teratur dan dilakukan hingga tuntas. Dalam masa pengobatanpun lebih baik jika pasien tetap melakukan pola hidup sehat sehingga kekebalan system imun dalam tubuh tetep terjaga. “Tetapi banyak juga pasien itu yang nakal. Banyak pasien yang sudah merasa sehat setelah teratur minum obat selama 2 bulan. Gejala TB sudah berkurang, padahal bakterinya belum mati, ya bisa dibilang hanya tidur. Kalau nanti sistem imun pasien turun, kumannya bangun lagi dan sakitnya pasti lebih parah lagi”. Dengan pengobatan yang belum tuntas menyebabkan bakteri jadi resisten atau kebal terhadap obat-obatan yang dikonsumsi. Hal tersebut menyebabkan bakteri lebih mengganas dan sakit yang dirasakan oleh pasien lebih parah.
     “Untuk kesembuhan pasien tergantung dari kondisi awal ketika pasien berobat. Kalau pasien datang dengan kondisi paru-paru yang sudah tidak sehat tentunya pengobatan TB ya tidak bisa mengembalikan kondisi paru-paru, tetapi hanya sebatas membunuh bakteri TB saja”. Dokter yang memiliki hobi membaca Koran dan novel ini menambahkan bahwa orang sudah sembuh dari TB bukan berarti tidak beresiko terkena lagi. Jika sistem kekebalan tubuh menurun dan terinfeksi bakteri TB maka bisa kembali terserang TB dan harus melakukan pengobatan lagi. Untuk informasi lebih lanjut, konsultasikan dengan dokter Spesialis Paru.(phi/drA)

 

teks foto: kuman Mycobacterium Tuberculosis2

sumber:

1health.kompas.com/read/2011/10/06/0640200/40.Juta.Perokok.Akan.Meninggal.karena.TB

2topnews.in

Tentang RKZ Layanan Informasi Berita & Kegiatan Direktori Kontak Kami
© 2009-2012 RSK. St. Vincentius a Paulo (RKZ Surabaya). All rights reserved. Developed by SolindoWeb