berita dan kegiatan rumah sakit rkz

RKZ UPDATE : RKZ Surabaya Rilis KATETERISASI JANTUNG (Cath Lab) Baru

kateterisasi jantung rumah sakit rkz surabaya

Surabaya – Rumah Sakit Katolik St Vincentius a Paulo atau yang dikenal masyarakat dengan RKZ Surabaya hari ini mengenalkan alat kateterisasi jantung atau Cath Lab baru Allura Clarity FD 20 C dari Philips.  Alat katerisasi jantung baru ini akan dioperasionalkan mulai 15 Maret 2017.

Soft launching dan pemberkatan akan digelar pada hari Selasa, 14 Maret 2017 di Unit Radiologi RKZ. Turut hadir dalam peresmian, jajaran direksi dan manajemen terkait, serta dokter spesialis jantung, bedah vaskuler, dan spesialis saraf. Usai peresmian, tamu undangan diberikan kesempatan untuk meninjau serta tanya jawab terkait produk baru ini.

UPGRADE KATETERISASI JANTUNG (CATH LAB) UNTUK PEMERIKSAAN SARAF, PEMBULUH DARAH

Direktur Utama, dr Sugiharto Tanto, MARS mengatakan hadirnya alat baru ini tidak hanya bisa digunakan untuk kasus jantung saja. “Jadi kasus lain seperti saraf, pembuluh darah juga bisa didiagnosa maupun terapi tindakan dengan alat ini”, jelas dr Sugi. Diharapkan dengan alat baru ini selain meningkatkan kinerja dan dapat digunakan oleh dokter dari banyak spesialis, lebih banyak juga kasus medis yang bisa ditangani oleh rumah sakit.

Secara umum, keunggulan Allura Clarity ini yaitu memiliki dosis radiasi lebih rendah, hasil gambar yang ditampilkan sudah 3D, serta fitur expert swing memungkinkan untuk melihat semua posisi dan meminimalisir penggunaan kontras. Dengan itu, pasien akan merasa lebih nyaman.

Layanan katerisasi jantung (Unit CATH LAB )di RKZ Surabaya sendiri sudah dimulai sekitar tahun 1992. Hingga hampir 30 tahun, RKZ Surabaya terus berkomitmen memberikan layanan berkualitas bagi masyarakat. Hal ini juga didukung adanya layanan jantung terpadu di RKZ Surabaya serta tenaga medis yang berpengalaman dan terlatih. Mulai dari pemeriksaan, diagnostik, hingga tindakan medis, dan terapi jantung.

Berdasarkan data RKZ tahun 2016, penggunaan cath lab dengan kasus jantung koroner sejumlah 70 pasien. Sedangkan secara umum, pasien rawat inap komplikasi dengan penyakit jantung koroner (bukan murni penyakit jantung) tahun 2015 sejumlah 818 pasien dan tahun 2016 sejumlah 717 pasien dengan usia termuda usia 28 dan 27 tahun.

About the author: brian