LAYANAN ENDO-LAPARASCOPY RKZ SURABAYA

 

endoskopi rkz surabayaPengggunaan teknologi canggih sebagai wujud peningkatan pelayanan diterapkan dalam penggunaan endoskopi untuk prosedur diagnostik dan terapi. Pelayanan BedahMinimal Invasif sebagai unggulan dapat memberikan nilai lebih bagi pasien.Mengurangi lebar sayatan, meminimalisir infeksi dan mempercepat kesembuhan. Layanan yang disediakan antara lain Gastroscopy, Colonoscopy, Naso-Endoscopy/ FESS (operasi sinus), ERCP dan Bedah Laparoscopy.

 

Gastroscopy & Colonoscopy

# Apa itu Gastroscopy & Colonoscopy ?

Gastroscopy adalah pemeriksaan untuk melihat secara langsung pencernaan bagian atas, yang meliputi kerongkongan, lambung, dan permulaan usus 12 jari.
Colonoscopy adalah pemeriksaan untuk melihat secara langsung saluran pencernaan bawah, yang lemiputi anus, usus besar, dan permulaan usus kecil.

# Apa Tujuan Pemeriksaan Gastroscopy & Colonoscopy?

  1. Memastikan adanya suatu penyakit atau kelainan seperti luka terbuka pada lambung, erosi, varises, pendarahan, dll
  2. Terapi atau pengobatan melalui operasi kecil, seperti polipectomi, sclerotherapy, cytologic brushing, ligasi varices, ekstrasi benda asing, kauter pendarahan, dll
  3. Untuk mengetahui kondisi saluran pencernaan atas dan saluran pencernaan bawah (medical check up)

# Kapan Anda membutuhkan Pemeriksaan Gastroscopy atau Colonoscopy ?

  1. Anemia (kadar hemoglobin darah rendah) tanpa diketahui penyebabnya
  2. Penurunan berat badan yang drastis tanpa sebab yang jelas.
  3. Riwayat kanker dalam keluarga.
  4. Gejala sakit maag kronis / terus menerus (misal nyeri ulu hati, kembung/begah) yang dengan terapi obat masih belum sembuh.
  5. Feses atau berak berwarna hitam atau Feses bercampur dengan darah segar.
  6. Perubahan Frekuensi dan konsistensi BAB dalam 3 bulan terakhir (sembelit, BAB disertai lendir dan darah).
  7. Adanya kelainan foto rontgen yang menunjukkan penyumbatan atau kelainan di saluran pencernaan atas atau bawah.
  8. dll

 

Tindakan Operasi Metode Laparascopy

Semakin majunya penggunaan teknologi medis canggih mendorong tindakan-tindakan operatif kearah tindakan yang bersifat minimally invasive surgery (pembedahan dengan luka minimal). Salah satu contohnya yaitu penggunaan laparaskopi pada kasus bedah digestif. Dengan metode operasi ini, pasien lebih diuntungkan dengan luka sayatan operasi yang minimal, yang tentu saja bisa menurunkan angka kemungkinan infeksi pasca bedah.