Berita & Kegiatan
Pengelolaan Data Melalui Program Excel, Fokus Pelatihan Hari Ketiga
Tingkatkan Profesionalitas Perekam Medis, RKZ Surabaya Gelar Pelatihan CDI dan Aplikasi Excel untuk Pengolahan Data Rumah Sakit
Dukung Program Pemerintah, RKZ Surabaya Gelar Pelatihan Resusitasi Neonatus
Resusitasi Neonatus, Bekal Kurangi Angka Kematian dan Kesakitan Karena Asfiksi
Jawab Permintaan Pasien, Klinik KIA RKZ Surabaya Buka Layanan Hari Sabtu
Peringati Hari AIDS Sedunia, Ingatkan Kembali Penularan HIV
Bantu Pasien Kurangi Nyeri dengan Pain Management
Ayo Lawan Diabetes, Selamatkan Masa Depan!
Mewabah, Dinas Kesehatan Jawa Timur Canangkan Sub PIN Difteri
“Berbagi Dalam Kebersamaan, Wujudkan Indonesia Ramah Anak”
Customer Care RKZ Surabaya
 
Mewabah, Dinas Kesehatan Jawa Timur Canangkan Sub PIN Difteri

    Difteri beberapa waktu terakhir sering terdengar dan banyak diberitakan media informasi dan komunikasi. Infeksi bakteri yang bersumber dari Corynebacterium Diphtheriae ini sudah mewabah di Jawa Timur sejak Januari lalu. Infeksi ini menyerang sekitar 328 orang di Jawa Timur, dan 11 diantaranya meninggal dunia.
    Mencegah semakin meluasnya wabah difteri ini dan bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional 2012, Pemerintah melalui Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur mengadakan Sub PIN Difteri di puskesmas dan rumah sakit di Jawa Timur. Sub PIN ini digelar sejak tanggal 12 hingga tanggal 24 Nopember 2012.
    Di Klinik KIA RKZ Surabaya, layanan vaksin dilayani pada hari Sabtu tanggal 17 dan 24 Nopember 2012. Layanan dimulai pukul 7 pagi hingga 5 sore tanpa dipungut biaya.
    “Pemberian vaksin ini untuk bayi usia 2 bulan sampai remaja usia 15 tahun”, ujar Aloysia Maria Puji Triastuti, S.ST, Asisten Manajer Keperawatan Maternitas, Anak, & NICU. Dijelaskan pula oleh wanita yang dikenal sebagai Bidan Tutik ini, untuk usia 2 bulan-3 tahun diberikan vaksin DPT (Difteri, Pertusis, dam Tetanus)-HB (Hepatitis B). Untuk anak usia 3-7 tahun mendapat vaksin DT (Difteri Tetanus). Sedangkan untuk anak usia 7 hingga remaja usia 15 tahun diberikan vaksin Td (Tetanus difteri). Perbedaan vaksin yang diberikan ini dikarenakan disesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan usia bayi atau anak.
    Dengan adanya pemberian vaksin ini, diharapkan Jawa Timur bisa bebas dari difteri. “Kalau anak-anak sudah vaksin kan sudah sedikit lega. Dan puji Tuhan di RKZ ada layanan ini”, kata Anna Maria, salah satu orang tua. (Phi/ drA)

teks foto:
Tahan tangis: Salah satu peserta vaksin tampak tenang didampingi sang ibu saat disuntik vaksin DT oleh perawat, Sabtu (17/11).

Sumber terkait:
1. http://health.kompas.com/read/2011/10/10/17055527/Mengenal.Difteri.Lebih.Dekat
2. http://infoimunisasi.com/headline/apakah-bedanya-vaksin-dt-dan-td/

Tentang RKZ Layanan Informasi Berita & Kegiatan Direktori Kontak Kami
© 2009-2013 RSK. St. Vincentius a Paulo (RKZ Surabaya). All rights reserved. Developed by SolindoWeb