Berita & Kegiatan
RKZ Surabaya Gelar Pelatihan Resusitasi Neonatus
Sejenak Waktu untuk Solidaritas Dokter Indonesia
Latih Kesigapan Karyawan, RKZ Surabaya Lakukan Simulasi Penggunaan APAR
Metode Endoskopi-Laparaskopi, Minim Sayatan Pasien Lebih Nyaman
Berikan ASI Eksklusif Sambil Bekerja? Bisa…
Non-Stop Health Learning Day RKZ Surabaya di PT Unilever Indonesia Tbk
Halal Bihalal Sambil Keakraban Anggota Paguyuban
Berbagi Cara Pertolongan Pertama Korban Kecelakaan Melalui Pelatihan Awam
Bagi-bagi Balon di Poli Anak, Meriahkan Hari Anak Nasional 2013
Sambut Peringatan Hari Hepatitis Sedunia 2013, RKZ Surabaya Adakan Seminar Awam
Admin 1
Admin 2
 
Berikan ASI Eksklusif Sambil Bekerja? Bisa…


Sibuk bekerja, ASI tidak lancar, dan takut bentuk tubuh berubah, bukan menjadi alasan bagi ibu untuk tidak memberikan ASI Eksklusif bagi buah hati.
 

Dalam Seminar “Ibu Bekerja, Siaga ASI” di Gedung Emaus lantai 5, Sabtu (21/9/2013) kemarin, dokter spesialis anak, Lucia Pudyastuti Retnaningtyas, memberikan tips dan informasi bagi ibu bekerja seputar pemberian ASI eksklusif ibu bagi buah hati. Diadakan oleh RSK St. Vincentius a Paulo (RKZ) Surabaya bersama Majalah Parents Indonesia dan didukung oleh Sleek ini diikuti lebih dari 90 orang.
 

Memerah dan menyimpan ASI merupakan cara bagi ibu untuk tetap dapat memberikan yang terbaik untuk buah hati melalui ASI. Bagi ibu bekerja yang baru saja melahirkan, memerah ASI memiliki peran yang cukup penting. Diantaranya, payudara akan terasa lebih nyaman, mencegah mastitis, menjaga produksi ASI, dan menghindari pemberian pengganti ASI. “Secara umum, bagi ibu bekerja, perlu memerah ASI setiap 3-4 jam sekali”, ujarnya.
 

Menurut dr Lucia, ASI yang telah diperah bisa disimpan dalam botol kaca, stainless, atau plastic food grade. Pada suhu ruang (16-29°C), ASI akan tahan 3 sampai 8 jam, sedangkan pada suhu 4-15 derajat celsius, ASI bertahan hingga 24 jam. Jika akan disimpan dalam jumlah besar, sebaiknya disimpan dalam deep freezer karena akan bertahan hingga 6 bulan. Berbeda dengan penyimpanan pada freezer lemari pendingin 2 pintu yang suhunya dibawah 18 derajat celcius, ASI hanya akan bertahan hingga 3 bulan saja. "Untuk menormalkan suhu ASI yang disimpan di freezer, pindahkan ke lemari es bagian bawah hingga mencair semua, kemudian letakkan botol di mangkok yang berisi air hangat", imbuhnya. Untuk ASI yang sudah dicairkan tidak boleh dimasukkan ke freezer lagi.
 

“Tidak hanya para ibu, seminar ini juga mendapat perhatian dari para ayah atau calon ayah”, ujar dr. Agung Kurniawan Saputra, MARS, Kepala Bidang Hospital Relation RKZ Surabaya. (phi/drA)
 

NB: Artikel ini merupakan informasi. Untuk penjelasan lebih lanjut, silahkan berkonsultasi dengan dokter Spesialis Anak.

teks foto
Tips: Selain teori menyusui, dr. Lucia Pudyastuti R., Sp.A juga berbagi tips simpan ASI perah.(dok.rkz)

Tentang RKZ Layanan Informasi Berita & Kegiatan Direktori Kontak Kami
© 2009-2014 RSK. St. Vincentius a Paulo (RKZ Surabaya). All rights reserved. Developed by SolindoWeb