Definisi
Alopecia adalah kondisi medis yang menyebabkan kerontokan rambut secara berlebihan, baik di kulit kepala maupun bagian tubuh lainnya. Kondisi ini bisa bersifat sementara atau permanen, serta dapat memengaruhi laki-laki dan perempuan dari segala usia.1
Diagnosis Alopecia1
- Pemeriksaan fisik kulit kepala dan rambut
- Tes darah (untuk memeriksa hormon, autoimun, kekurangan zat besi)
- Dermoskopi (pemeriksaan rambut dengan alat pembesar)
- Biopsi kulit kepala
Jenis-jenis Alopecia1
Alopecia tidak selalu sama pada setiap orang. Kondisi ini dapat muncul dengan berbagai bentuk dan penyebab. Ada yang ditandai dengan rambut rontok di bagian tertentu karena gangguan sistem kekebalan tubuh, ada juga yang berupa penipisan rambut karena perubahan hormon. Dengan mengetahui jenis alopecia, dokter akan menentukan cara penanganan yang paling tepat.

https://shorturl.at/cu5e3
Alopecia Areata
Alopecia Areata adalah penyakit autoimun yang menyebabkan kerontokan rambut mendadak di kulit kepala maupun area tubuh lainnya. Sistem kekebalan tubuh salah mengenali dan menyerang folikel rambut, sehingga rambut rontok dan meninggalkan area botak berbentuk bulat seperti koin. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita, bahkan anak-anak.
Penyebab
- Autoimun: sistem imun menyerang folikel rambut
- Genetik: ada riwayat keluarga dengan Alopecia Areata
- Faktor lingkungan: stres atau trauma fisik dapat memicu kekambuhan
Gejala
- Muncul bercak kebotakan berbentuk bulat atau oval dengan permukaan kulit kepala halus
- Umumnya dimulai di kulit kepala, tapi bisa juga di bagian tubuh lain
Alopecia Androgenetik (Kerontokan Rambut Berpola)
Alopecia Androgenetik, atau sering disebut kebotakan pola pria atau wanita, adalah jenis kerontokan rambut yang paling sering terjadi. Kondisi ini disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan pengaruh hormon androgen (khususnya dihidrotestosteron/DHT) berlebih, yang menyebabkan folikel rambut mengecil, sehingga rambut menjadi tipis, pendek, dan akhirnya berhenti tumbuh. Penipisan rambut terjadi bertahap, sesuai pola khas pada pria atau wanita.
Penyebab
- Genetik: adanya riwayat keluarga dengan kebotakan
- Hormon androgen (DHT): menyebabkan folikel rambut mengecil
- Usia: risiko meningkat seiring bertambahnya usia
- Faktor lain: stres dan pola makan tidak sehat
Gejala
- Pria (Male Pattern Baldness): kebotakan dimulai dari garis rambut yang mundur di dahi dan penipisan di puncak kepala, hingga menyisakan rambut di samping dan belakang.
- Wanita (Female Pattern Hair Loss/FPHL): ditandai dengan penipisan rambut merata di bagian atas kepala tanpa garis rambut yang mundur. Kebotakan total jarang terjadi.
Alopecia Traksi
Alopecia traksi adalah jenis kerontokan rambut yang disebabkan oleh tarikan berulang atau tekanan berlebihan pada rambut dan folikelnya. Kondisi ini umumnya muncul akibat kebiasaan menata rambut yang terlalu ketat. Jika berlanjut dalam jangka panjang, Alopecia Traksi dapat menyebabkan kerusakan permanen pada folikel rambut sehingga rambut tidak dapat tumbuh kembali.
Penyebab
- Gaya rambut terlalu ketat (kuncir kuda, sanggul, kepang)
- Penggunaan hair extension yang membebani akar rambut
- Alat styling panas berlebihan (catokan, hair dryer)
- Kebiasaan menarik atau memelintir rambut
Gejala
- Rambut menipis atau rontok di garis rambut depan, pelipis, atau area dengan tarikan kuat
- Kulit kepala bisa terasa nyeri, gatal, atau perih
Alopecia Totalis
Alopecia Totalis dapat dianggap sebagai bentuk lanjutan dari Alopesia Areata, yang ditandai dengan hilangnya seluruh rambut di kulit kepala. Kondisi ini disebabkan oleh gangguan autoimun, namun dengan tingkat kerontokannya lebih luas dan serius.
Penyebab
- Autoimun: sistem kekebalan tubuh salah mengenali dan menyerang folikel rambut
- Genetik: riwayat keluarga dengan Alopecia Areata meningkatkan risiko
- Faktor lingkungan: stres atau trauma emosional dapat memicu kekambuhan
Gejala
- Kebotakan total pada kulit kepala
- Kadang disertai perubahan kuku, seperti rapuh atau menipis
Tabel 1. Jenis-jenis Alopecia

Dapatkah Alopecia Dicegah?
Tidak semua jenis alopecia dapat dicegah, tetapi beberapa langkah berikut dapat membantu:
- Hindari stres dengan baik
- Konsumsi makanan bergizi seimbang (protein dan zat besi)
- Hindari menarik rambut terlalu kencang
- Periksa kesehatan secara rutin
Konsultasikan masalah rambut Anda dengan dokter spesialis kulit RKZ Surabaya, jadwal praktik dokter dapat dilihat di: rkzsurabaya.com/dokter-spesialis-kulit-dan-kelamin, atau Anda juga bisa langsung datang ke Klinik Rafaela RKZ Surabaya.
Daftar Pustaka
- Albound AM, Syed HA, dan Zito PM. Alopecia. National Library of Medicine. 2024. [NCBI]. Available at https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK538178/
- Lepe K, Syed H, dan Zito P. Alopecia Areata. National Library of Medicine. 2024. [NCBI]. Available at https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537000/
- Majewski M, Gardas K, Burnat-Waskel A, Ordak M, dan Rudnicka L. The Role of Minoxidil in Treatment of Alopecia Areata: A Systematic Review and Meta-Analysis. 2024. [MDPI]. Available at https://www.mdpi.com/2077-0383/13/24/7712
- Kaiser M, Abdin R, Simonetta, Issa N, dan Jimenez J. Treatment of Androgenetic Alopecia: Current Guidance and Unmet Needs. 2023. [NCBI]. Available at https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10239632/
- Patrick M. Zito, Karlyle G. Bistas, Preeti Patel, dan Kirin Syed. Finasteride. 2024. [NCBI]. Available at https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513329/
- Syed HA dan Kaliyadan F. Traction Alopecia. 2025. National Library of Medicine. Available at https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470434/#:~:text= Management%20involves%20discontinuing%20hairstyles%20that,minoxidil%20can%20support%20hair%20regrowth.
- Abbott J, Syed HA, dan Rapini RP. Alopecia Totalis. 2024. National Library of Medicine. Available at https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK563225/