Mengenal TBC (Tuberkulosis): Gejala, Penularan, dan Pengobatannya

Revisi: 8 menit baca
Mengenal TBC (Tuberkulosis): Gejala, Penularan, dan Pengobatannya

Definisi

Tuberkulosis (TB atau TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium tuberculosis). Kuman ini biasanya menyerang paru-paru, tetapi juga bisa menyerang bagian tubuh lain seperti selaput paru, kelenjar getah bening, tulang, kulit, atau selaput otak. Kuman TB dapat dikenali melalui pemeriksaan dahak yang disebut pemeriksaan BTA.1

Penyebab

Terdapat 5 bakteri yang berkaitan erat dengan infeksi TB:

  • Mycobacterium tuberculosis
  • Mycobacterium bovis
  • Mycobacterium africanum
  • Mycobacterium microti
  • Mycobacterium cannettii

Hingga saat ini, Mycobacterium tuberculosis merupakan bakteri paling sering ditemukan pada penyakit TB.1

Penularan

Tuberkulosis (TB) menular melalui udara ketika penderita TB paru batuk, bersin, atau berbicara. Kuman TB yang ada di udara dapat terhirup dan masuk ke dalam paru-paru. Jika daya tahan tubuh lemah, kuman TB dapat menyebabkan penyakit TB aktif. Jika daya tahan tubuh kuat, kuman TB bisa tetap berada di dalam tubuh tanpa menimbulkan gejala (TB laten), tetapi dapat menjadi aktif jika daya tahan tubuh menurun.

Fakta penting tentang penularan TB:1

  • Kuman TB dapat bertahan di udara sampai 4 jam.
  • Sinar matahari dapat membantu membunuh kuman TB dengan cepat.
  • Kuman TB lebih mudah bertahan di ruangan yang gelap, tertutup, dan kurang ventilasi.
  • TB yang menyerang organ selain paru-paru biasanya tidak menular, kecuali jika pasien juga menderita TB paru.
  • TB tidak menular melalui alat makan seperti piring, sendok, atau gelas.

Faktor Risiko TB

Beberapa orang memiliki risiko lebih tinggi terkena TB, antara lain:1

  • Orang dengan daya tahan tubuh lemah, seperti penderita HIV, diabetes, atau yang mengonsumsi obat yang memiliki efek samping obat menurunkan daya tahan tubuh dalam waktu lama
  • Merokok atau sering terpapar asap rokok
  • Kekurangan gizi atau kurang makan bergizi
  • Anak usia di bawah 5 tahun dan orang lanjut usia (60 tahun ke atas)
  • Orang yang sering berdekatan atau tinggal serumah dengan penderita TB
  • Orang yang tinggal di lingkungan padat, kurang bersih, dan kurang sirkulasi udara
  • Petugas kesehatan yang sering merawat pasien TB

Tanda dan Gejala

Gejala TB terdiri dari gejala utama dan gejala lainnya2

Gejala Utama:

  • Batuk berdahak selama 2 minggu atau lebih

Gejala lain yang dapat menyertai:

  • Batuk berdarah
  • Sesak napas
  • Badan terasa lemah atau mudah lelah
  • Nafsu makan berkurang
  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas
  • Badan terasa tidak enak atau kurang fit
  • Berkeringat pada malam hari walaupun tidak beraktivitas
  • Demam ringan yang berlangsung lama (≥1 bulan)
  • Nyeri dada

Pada sebagian orang, terutama yang memiliki daya tahan tubuh lemah seperti penderita HIV, gejala TB bisa tidak jelas atau berbeda dari biasanya.

Pemeriksaan Tuberkulosis (TB)

Selain pemeriksaan oleh dokter, diperlukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan apakah seseorang terkena TB.1,2

Pemeriksaan dahak (BTA)

Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil contoh dahak sebanyak dua kali, biasanya saat datang ke fasilitas kesehatan dan pada pagi hari. Seseorang dinyatakan menderita TB jika hasil pemeriksaan dahak menunjukkan adanya kuman TB.

Tes Cepat Molekular (TCM)

Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi kuman TB dari contoh dahak atau jaringan tubuh. Tes ini dapat membantu dokter mengetahui apakah pasien terkena TB. Jika hasil pemeriksaan dahak atau TCM belum jelas, dokter akan menyarankan pemeriksaan tambahan seperti rontgen dada dan menilai riwayat risiko TB.

Pemeriksaan biakan kuman

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui adanya kuman TB dengan menggunakan contoh dahak atau jaringan tubuh lainnya. Hasil pemeriksaan ini biasanya membutuhkan waktu lebih lama.

Tes IGRA dan Tes Mantoux

Tes IGRA dilakukan dengan mengambil sampel darah, sedangkan tes Mantoux dilakukan dengan menyuntikkan sedikit cairan di bawah kulit. Kedua tes ini digunakan untuk mengetahui apakah seseorang pernah terinfeksi kuman TB.

Tes ini biasanya digunakan untuk:

  • Mengetahui TB yang masih “tidur” (TB laten)*
  • Pemeriksaan TB pada anak

*TB laten adalah kondisi ketika kuman TB ada di dalam tubuh tetapi belum menimbulkan gejala penyakit.

Pengobatan

Tuberkulosis diobati dengan kombinasi Obat Anti-Tuberkulosis (OAT), terdiri dari:1

  • Isoniazid/INH (H)
  • Rifampicin (R)
  • Pyrazinamide (Z)
  • Ethambutol (E)

Obat TB tersedia dalam dua bentuk:

  • Obat tunggal, yaitu satu jenis obat dalam satu tablet
  • Obat kombinasi (OAT-KDT), yaitu beberapa jenis obat TB yang digabung dalam satu tablet. Obat kombinasi TB tidak boleh dibelah atau dihancurkan.

Lama Pengobatan

Pengobatan TB minimal 6 bulan untuk TB paru tanpa komplikasi atau penyakit penyerta dan >6 bulan untuk TB ekstra paru dan TB dengan penyakit penyerta. Pengobatan terdiri dari dua tahap:

Tahap awal (fase intensif)

Tahap awal pengobatan bertujuan mengurangi jumlah kuman TB dengan cepat dan menurunkan risiko penularan. Pada tahap ini, obat TB diminum setiap hari selama 2 bulan, terdiri dari: Isoniazid, Rifampicin, Pyrazinamide, dan Ethambutol.1

Tahap lanjutan

Tahap lanjutan bertujuan membunuh sisa kuman TB agar penyakit tidak kambuh kembali. Pada tahap ini, obat TB diminum setiap hari selama 4 bulan, terdiri dari: Isoniazid dan Rifampicin.1

Efek Samping OAT

Efek samping tidak selalu terjadi pada pengguna OAT, efek samping yang mungkin muncul dapat dilihat pada Tabel 1.

Efek sampingObat yang mungkin menjadi penyebabAnjuran
Kemerahan kulit dengan atau tanpa gatalStreptomycin, Isoniazid, Rifampicin, PyrazinamideSegera berkonsultasi dengan dokter
Tuli (bukan disebabkan oleh kotoran)StreptomycinSegera berkonsultasi dengan dokter
PusingStreptomycinSegera berkonsultasi dengan dokter
HepatitisIsoniazid, Pyrazinamide, RifampicinSegera berkonsultasi dengan dokter
Gangguan penglihatanEthambutolSegera berkonsultasi dengan dokter
Tidak nafsu makan, mual, dan nyeri perutPyrazinamide, Rifampicin, IsoniazidGunakan OAT sebelum tidur atau setelah mengonsumsi sedikit makanan
Nyeri sendiPyrazinamideGunakan Paracetamol
Rasa terbakar, kebas, atau kesemutan pada tangan atau kakiIsoniazidGunakan Vitamin B6
Warna kemerahan pada urineRifampicinTidak perlu khawatir karena merupakan proses metabolisme obat yang tidak menimbulkan bahaya
Tabel 1. Efek samping obat anti tuberkulosis1,2

Jika Obat Tuberkulosis (TB) Terlewat atau Lupa Diminum

Jika Anda lupa minum obat TB, lakukan hal berikut:

Jika ingat dalam hari yang sama

Segera minum obat TB begitu Anda ingat

Jika baru ingat keesokan harinya

Minum obat TB seperti biasa sesuai jadwal berikutnya. Jangan mengonsumsi dosis ganda untuk mengganti dosis terlewat.

Jika sering lupa minum obat

Segera beri tahu dokter atau petugas kesehatan agar dapat dibantu mencari solusi.

Hal yang Penting Diingat

  • Usahakan minum obat TB setiap hari pada waktu yang sama
  • Jangan menghentikan obat TB tanpa anjuran Dokter
  • Disarankan meminum OAT saat perut kosong yaitu sebelum makan atau satu jam setelah makan

Akibat Jika Minum OAT Tidak Teratur

  1. Penyakit sulit sembuh (Kuman TB tidak mati sepenuhnya sehingga penyakit bisa bertahan lebih lama).
  2. Bisa menularkan ke orang lain (Pasien masih dapat menularkan TB kepada keluarga atau orang di sekitarnya).
  3. Penyakit bisa kambuh lagi (TB dapat muncul kembali walaupun sebelumnya sudah merasa lebih baik).
  4. Obat TB menjadi tidak efektif (kebal obat) (Kuman TB bisa menjadi kebal terhadap obat TB sehingga pengobatan menjadi lebih sulit).
  5. Pengobatan menjadi lebih lama dan lebih berat (Jika TB resisten obat terjadi, pengobatan bisa berlangsung lebih lama dan jumlah obat lebih banyak).

Tuberkulosis Resistan-Obat (TB-RO)

TB-RO adalah jenis TBC yang kuman penyebabnya sudah kebal terhadap satu atau lebih obat TBC, sehingga obat yang biasa digunakan tidak lagi efektif. Karena itu, TB-RO memerlukan pengobatan khusus dengan kombinasi obat yang berbeda dan waktu pengobatannya yang lebih lama. Jika pasien teridentifikasi mengalami TB-RO, maka pasien akan dirujuk ke RSUD atau rumah sakit rujukan/pusat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sesuai standar pengobatan TB-RO.

Penyebab TB-RO3

  • Tidak minum obat TB secara rutin setiap hari
  • Berhenti minum obat sebelum dokter menyatakan pengobatan selesai
  • Tubuh tidak bisa menyerap obat dengan baik, sehingga obat tidak bekerja dengan maksimal

Pengobatan TB-RO3

Pengobatan TB-RO harus segera dimulai, paling lambat 7 hari setelah pasien dinyatakan terdiagnosis. Sesuai anjuran WHO tahun 2020, pengobatan TB-RO terdiri dari panduan jangka pendek dan jangka panjang dengan jenis obat yang ditentukan oleh dokter sesuai kondisi pasien dan hasil pemeriksaan laboratorium.

Panduan Jangka Pendek

Lama pengobatan 9-11 bulan:

  • Pada 4 – 6 bulan pertama (tahap awal), pasien minum 7 jenis obat;
  • Setelah itu, selama 5 bulan berikutnya (tahap lanjutan), pasien minum 4 jenis obat.

Panduan Jangka Panjang

Lama pengobatan 18-20 bulan:

  • Pada 6 bulan pertama, pasien minum 5 jenis obat;
  • Setelah 6 bulan pertama, pasien tetap minum obat, minimal 3 jenis obat sampai pengobatan selesai.

Pengobatan TB pada Kondisi Khusus

Wanita hamil

Rifampicin, Isoniazid, Ethambutol, dan Pyrazinamide aman digunakan selama kehamilan; sedangkan Streptomycin harus dihindari selama kehamilan karena dapat menyebabkan gangguan pendengaran pada bayi.1

Ibu menyusui

OAT dikeluarkan melalui ASI dalam jumlah sangat sedikit sehingga aman untuk dilanjutkan penggunaanya saat menyusui. Pemberian OAT yang cepat dan tepat merupakan cara terbaik untuk mencegah penularan TB dari ibu ke bayinya.1

Pengguna kontrasepsi

Rifampicin dapat menurunkan efektivitas kontrasepsi hormonal seperti pil KB, suntikan KB atau susuk KB sehingga perempuan usia produktif yang mendapatkan Rifampicin dianjurkan menggunakan kontrasepsi non-hormonal.1

Tips Mencegah Tuberkulosis (TB)

  1. Minum obat TB hingga tuntas sesuai anjuran dokter.
  2. Gunakan masker saat batuk atau saat berada di tempat ramai.
  3. Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.
  4. Buang dahak pada tempat yang tertutup dan aman.
  5. Buka jendela setiap hari agar rumah mendapat cukup udara dan sinar matahari.
  6. Jaga daya tahan tubuh dengan makan bergizi, istirahat cukup, dan olahraga teratur.
  7. Lakukan pemeriksaan jika tinggal serumah dengan pasien TB.
  8. Berikan imunisasi BCG pada bayi setelah lahir atau sebelum berusia 1 bulan.

Baca juga artikel tentang Penatalaksanaan Community-acquired Pneumonia pada Dewasa

Daftar Pustaka:

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran: Tata Laksana Tuberkulosis.
  2. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). 2021. Tuberkulosis: Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia.
  3. Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian kesehatan Republik Indonesia. 2020. Petunjuk Teknis Penatalaksanaan Tuberkulosis Resistan Obat di Indonesia.
apt. Angela Merici Ayu Permatasari, S.Farm.
Artikel kesehatan dari tim RKZ Surabaya

Rekomendasi untuk Anda