Bahaya Resistensi Antibiotik: Stop Minum Antibiotik Sembarangan

Revisi: 4 menit baca
Bahaya Resistensi Antibiotik: Stop Minum Antibiotik Sembarangan

Antibiotik kerap dianggap sebagai obat untuk segala jenis penyakit. Padahal, penggunaan antibiotik yang tidak tepat justru dapat menimbulkan masalah serius yang dikenal dengan resistensi antibiotik. Kondisi mengkhawatirkan ini semakin diperparah oleh mudahnya akses mendapatkan antibiotik tanpa resep dokter, ditambah dengan pemahaman yang masih minim tentang aturan pakainya.

Apa itu Antibiotik?1

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri, dengan cara membunuh bakteri atau menghambat pertumbuhan dan perkembangbiakannya. Antibiotik tidak dapat digunakan untuk infeksi akibat virus atau jamur.

Apa itu Resistensi Antibiotik?1

Resistensi antibiotik adalah kondisi ketika bakteri mampu untuk mengalahkan antibiotik yang dirancang khusus untuk membunuh mereka. Akibatnya, obat yang sebelumnya ampuh menjadi tidak efektif, sehingga infeksi sulit disembuhkan.

“Antibiotik bukan jawaban untuk setiap penyakit. Gunakan hanya saat benar-benar diperlukan untuk melindungi diri dari bahaya penggunaan berlebihan dan membantu melawan resistensi antibiotik.”

Bagaimana Resistensi Antibiotik dapat Terjadi?1

Pada dasarnya, kemunculan resistensi bakteri terhadap obat adalah proses alamiah. Akan tetapi, pola penggunaan antibiotik sangat menentukan kecepatan dan tingkat keparahan resistensi yang muncul. Penggunaan antibiotik yang tidak diperlukan maupun pemakaian yang tidak sesuai dapat mempercepat laju terjadinya resistensi antibiotik.

Antibiotik bekerja dengan membunuh bakteri penyebab infeksi, namun di sisi lain juga memusnahkan kuman baik yang melindungi tubuh dari infeksi. Tekanan dari antibiotik akan memaksa bakteri untuk beradaptasi, sehingga bakteri dapat bertahan, berkembang biak, dan menyebarkan sifat resistensinya ke bakteri lain.

Apa yang Dimaksud dengan Penggunaan Antibiotik yang Tidak Tepat?

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat terjadi ketika pemakaian antibiotik menyimpang dari ketentuan, seperti:

  • Minum antibiotik tanpa resep dokter
  • Minum antibiotik tidak sesuai aturan pakai
  • Menghentikan antibiotik sebelum waktunya
  • Menggunakan antibiotik yang tidak disebabkan infeksi bakteri, misalnya flu
  • Menggunakan antibiotik kuat (spektrum luas) untuk infeksi ringan

Apakah Resistensi Antibiotik Berbahaya?2

Sangat berbahaya. Resistensi tidak hanya sekedar menyebabkan antibiotik menjadi tidak mempan, tetapi menyebabkan infeksi menjadi sulit disembuhkan, meningkatkan komplikasi dan angka kematian. Selain itu, penanganan infeksi akibat bakteri resisten memerlukan antibiotik yang lebih kuat dan mahal, sering kali dengan perawatan intensif di rumah sakit. Hal ini dapat memperpanjang masa rawat inap di rumah sakit dan biaya kesehatan.

“Setiap orang memiliki peran dalam meningkatkan penggunaan antibiotik yang bijak. Gunakan antibiotik hanya saat benar-benar dibutuhkan adalah cara penting untuk melindungi diri dan keluarga, serta membantu memerangi resistensi antibiotik.”

6 Langkah Bijak untuk Melawan Resistensi Antibiotik3

1. Pakai antibiotik hanya ketika diperlukan

Antibiotik hanya ditujukan untuk infeksi bakteri, dan penggunaannya pun tidak selalu diperlukan. Pastikan antibiotik hanya diperoleh setelah berkonsultasi dengan dokter. Jangan membeli antibiotik secara mandiri atau mendesak dokter untuk meresepkannya.

2. Pakai antibiotik sesuai dengan anjuran

Setiap obat, termasuk antibiotik, harus digunakan sesuai aturan pakai yang meliputi cara, dosis, waktu, dan lama pengobatan. Khusus antibiotik harus dihabiskan meskipun gejala sudah membaik.

Pahami jadwal minum obat

Agar kadar obat dalam tubuh tetap stabil, minumlah obat tepat waktu. Cara mudahnya: bagi 24 jam (1 hari) dengan frekuensi pemberian obat.

  • 1 kali sehari, artinya minum setiap 24 jam (usahakan pada jam yang sama setiap hari)
  • 2 kali sehari, artinya minum setiap 12 jam (contoh: pukul 08.00 dan 20.00)
  • 3 kali sehari, artinya minum setiap 8 jam (contoh: pukul 06.00, 14.00, dan 22.00)

3. Jangan berbagi antibiotik dengan orang lain

Hindari berbagi atau menggunakan antibiotik yang diresepkan untuk orang lain, meski gejalanya terlihat sama. Antibiotik merupakan golongan obat keras yang berpotensi menimbulkan bahaya jika digunakan tanpa pengawasan tenaga kesehatan.

Peresepan antibiotik secara personal dengan mempertimbangkan toleransi dan respons tubuh yang berbeda pada tiap orang. Antibiotik disesuaikan dengan diagnosis, riwayat kesehatan dan kondisi spesifik. Berbagi antibiotik berisiko menyebabkan dosis yang tidak tepat, memicu reaksi alergi yang tidak terduga, atau interaksi obat berbahaya.

4. Jangan menyimpan antibiotik

Hentikan kebiasaan menyimpan antibiotik untuk digunakan di kemudian hari. Mengonsumsi antibiotik yang tidak sesuai berisiko memperlambat penyembuhan, memicu efek samping berbahaya, dan mempercepat resistensi bakteri.

5. Pahami risiko penggunaan antibiotik

Selain mempercepat laju resistensi antibiotik, penggunaan antibiotik yang tidak tepat juga dapat menyebabkan efek samping (seperti: diare, alergi, kerusakan organ) dan mengganggu bakteri baik (flora normal) tubuh.

6. Jaga kesehatan diri dan orang lain

Tingkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti:

  • Mencuci tangan dengan air dan sabun
  • Menutupi hidung dan mulut ketika batuk atau bersin
  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan kotor
  • Batasi kontak dengan orang yang sedang sakit
  • Konsumsi makanan bergizi
  • Olahraga secara rutin
  • Vaksinasi sesuai kebutuhan

“Dengan menggunakan antibiotik secara bijak, kita turut memerangi resistensi dan menjaga ketersediaannya untuk generasi mendatang.”

Prinsip 5T penggunaan antibiotik bijak untuk cegah resistensi antibiotik

Baca juga artikel kesehatan lainnya: Fatty Liver – Apakah Berbahaya?

Referensi:

1.        Centers for Disease Control and Prevention. Antibiotic Use and Antimicrobial Resistance Facts. https://www.cdc.gov/antibiotic-use/data-research/facts-stats/index.html (2024).

2.        Mayo Clinic. Antibiotics: Are you misusing them? Mayo Foundation for Medical Education and Research https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/consumer-health/in-depth/antibiotics/art-20045720 (2024).

3.        Centers for Disease Control and Prevention. Healthy Habits: Antibiotic Do’s and Don’ts. https://www.cdc.gov/antibiotic-use/about/index.html (2025).

apt. Novita Hendriyadi, S.Farm., M.Farm.
Artikel kesehatan dari tim RKZ Surabaya

Rekomendasi untuk Anda