Diare adalah kondisi ketika anak mengalami buang air besar (BAB) cair dengan frekuensi lebih sering dari biasanya, yaitu³3 kali dalam 24 jam.1,2
Perlu diketahui, frekuensi BAB normal pada anak berbeda-beda tergantung usia. Bayi baru lahir dapat BAB 3-10 kali sehari. Seiring bertambahnya usia, bayi dan anak memiliki frekuensi BAB normal 1-2 kali sehari. Selain itu, bayi yang mengonsumsi air susu ibu (ASI) biasanya lebih sering BAB dibanding yang mengonsumsi susu formula.1
Mengapa diare pada anak perlu diwaspadai?
Diare masih menjadi salah satu penyebab utama masalah kesehatan serius pada anak, terutama usia di bawah 5 tahun. Jika tidak ditangani dengan tepat, diare dapat menyebabkan dehidrasi yang berbahaya bagi si kecil.2
Jenis Diare pada Anak
Berdasarkan lamanya gejala, diare dibagi menjadi diare akut (berlangsung selama <14 hari) dan diare kronis (berlangsung selama ≥14 hari). 1
Berdasarkan penyebabnya, diare akut dikategorikan menjadi 2, yaitu: 2
- Diare cair akut
Pada bayi usia di bawah 2 tahun diare akut paling sering disebabkan oleh virus Rotavirus. Sementara itu, pada anak-anak umumnya disebabkan infeksi bakteri enterotoxigenic Eschericia coli atau Vibrio cholerae. Mikroorganisme penyebab lainnya adalah Cryposporidium dan Norovirus.
- Diare berdarah akut (disentri)
Kondisi ini ditandai dengan adanya darah pada tinja. Mikroorganisme penyebab disentri adalah Shigella spp., nontyphoidal Salmonella enterica, Campylobacter spp., enteroinvasive Escherichia coli, atau Entamoeba histolytica.
Tanda dan gejala diare akut
Mengenali perbedaan tanda dan gejala diare akut akibat infeksi virus dan bakteri sangat penting untuk menentukan penanganan yang tepat.
Diare akut akibat infeksi virus
Secara umum, gejala dapat berlangsung selama 5-7 hari dan dapat sembuh dengan sendirinya. Gejala dapat berupa: 1
- BAB cair tanpa adanya darah pada tinja
- Mual atau muntah
- Demam dengan suhu tubuh >38°C
- Nyeri perut, sakit kepala, atau nyeri sendi
Diare akut akibat infeksi bakteri
Gejala seringkali sulit dibedakan dengan diare akibat infeksi virus. Meski demikian, terdapat gejala khas berupa: 1
- Adanya darah atau lendir pada tinja
- Demam tinggi dan menetap, bahkan bisa mencapai >40°C
Penularan

Gambar 1. Ilustrasi proses penularan diare akut akibat infeksi virus dan bakteri3
Komplikasi
Dehidrasi merupakan komplikasi umum diare akut pada anak yang terjadi akibat ketidakseimbangan cairan dan elektrolit yang hilang saat pasien mengalami muntah dan diare. Dehidrasi dikategorikan menjadi 3 derajat yang dapat dilihat pada Tabel 1.3

*Turgor kulit dinilai dengan mencubit sedikit kulit perut, jika kulit tidak segera kembali setelah dilepaskan, artinya turgor kulit menurun.
Tabel 1. Tanda dan gejala dehidrasi berdasarkan derajatnya1
Pengobatan
Rehidrasi
Rehidrasi merupakan terapi utama pada diare dengan tujuan menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang. Cara rehidrasi dilakukan dengan:2
Cairan infus kristaloid
Cairan infus kristaloid isotonis seperti Ringer Lactate atau Sodium Chloride 0,9% diberikan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk kondisi dehidrasi berat.
Oralit
Rehidrasi oral dengan Oralit berisi campuran air, garam (Sodium, Potassium, Chloride), dan glukosa diberikan untuk mengatasi dehidrasi ringan dan sedang. Oralit tersedia dalam kemasan siap minum (Pedialyte®) atau dalam bentuk serbuk yang disiapkan dengan melarutkan 1 bungkus Oralit dalam 200 ml air minum matang. Dosis oralit:
- Dehidrasi ringan: Oralit diberikan setiap kali diare atau muntah sebanyak 50-100 ml untuk anak usia £2 tahun dan 100-200 ml untuk anak usia >2 tahun.
- Dehidrasi sedang: Oralit diberikan dalam waktu 3-4 jam pertama dengan volume 100 ml/kg berat badan atau disesuaikan dengan usia dan berat badan pasien (Tabel 2). Setelah dehidrasi teratasi, Oralit diberikan setiap kali diare atau muntah sebanyak 50-100 ml untuk anak usia £2 tahun dan 100-200 ml untuk anak usia >2 tahun.
Pemantauan derajat dehidrasi harus dilakukan untuk memastikan jumlah dan kecepatan pemberian cairan rehidrasi. Cairan rehidrasi masih diperlukan bila pasien mengalami diare, muntah, atau dehidrasi.
| Usia | Berat badan | Jumlah cairan rehidrasi |
| <4 bulan | <5 kg | 200-400 ml |
| 4-12 bulan | 5-8 kg | 400-600 ml |
| 1-2 tahun | 8-11 kg | 600-800 ml |
| 2-4 tahun | 11-16 kg | 800-1.200 ml |
| 5-14 tahun | 16-30 kg | 1.200-2.200 ml |
Tabel 2. Volume Oralit untuk kondisi dehidrasi sedang2
Obat-obatan
Zinc
WHO merekomendasikan suplemen Zinc sebagai mineral penting untuk membantu pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh anak. Pemberian suplemen Zinc dapat mengurangi keparahan dan lama diare serta mencegah diare berulang.
Dosis Zinc:
10 mg/hari untuk anak <6 bulan dan 20 mg/hari untuk anak ≥6 bulan. Suplemen Zinc diberikan 1 (satu) kali sehari selama 10-14 hari.2,4
Suplemen Zinc tersedia dalam 3 jenis bentuk sediaan, yaitu:
- Tablet dispersible (1 tablet mengandung 20 mg Zinc) yang digunakan dengan cara dilarutkan dalam 1 sendok makan air atau ASI.
- Sirup (mengandung Zinc 10 mg/5 ml atau 20 mg/5 ml)
- Drop/tetes (mengandung Zinc 10 mg/ml)
Probiotik
Penelitian menunjukkan bahwa probiotik yang mengandung bakteri Lactobacillus dapat memperpendek durasi diare akibat infeksi virus jika diberikan segera setelah gejala muncul. Meski demikian, hingga saat ini WHO belum merekomendasikan probiotik sebagai terapi wajib diare pada anak.3
Antidiare
Obat antidiare seperti Kaolin-Pectin, Attapulgite, Smectite, dan Loperamide tidak direkomendasikan untuk mengatasi diare akut pada bayi dan anak karena manfaatnya tidak lebih tinggi dibanding risiko. Terapi Loperamide harus dihindari pada anak usia <3 tahun karena berisiko menyebabkan efek samping berupa denyut jantung tidak teratur, memperlambat pernapasan, dan ileus (gangguan pergerakan usus). Penggunaan antidiare yang tidak tepat akan menghambat keluarnya racun dari dalam tubuh serta meningkatkan risiko efek samping obat.1
Antibiotik
Antibiotik umumnya tidak diperlukan untuk diare akut pada anak, karena sebagian besar diare disebabkan oleh virus. Obat ini hanya diberikan jika diare disebabkan atau diduga kuat akibat infeksi bakteri. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat tidak akan memperbaiki diare, tetapi justru dapat menimbulkan efek samping dan membuat kuman menjadi kebal.
Nutrisi
Saat anak diare, ASI maupun makanan pendamping ASI (MPASI) tetap dapat diberikan untuk mencegah dehidrasi, penurunan berat badan, dan kekurangan nutrisi. Jenis makanan yang disarankan adalah karbohidrat kompleks, seperti nasi, kentang, tepung, atau roti. Makanan tinggi lemak sebaiknya dihindari karena sulit untuk dicerna.1
Pencegahan dan perlindungan
Berikut tindakan pencegahan penularan dan perlindungan diare akut pada anak:1,2,3
- Pemberian vaksin Rotavirus secara oral dengan dosis 0,5 ml (5 tetes) sebanyak 3 dosis, yaitu pada usia 2, 3, dan 4 bulan. Imunisasi Rotavirus harus dilengkapi paling lambat hingga bayi berusia 6 bulan.
- Memastikan kebersihan makanan, minuman, dan lingkungan.
- Cuci tangan dengan air dan sabun antiseptik selama 15-30 detik, bilas, dan keringkan tangan. Cuci tangan dilakukan saat mengganti popok atau setelah menyentuh benda yang kotor, sebelum atau sesudah menyiapkan makanan, setelah dari kamar mandi, atau setelah bersentuhan dengan hewan.
- Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama dan MPASI pada usia 6 bulan-2 tahun.
- Pemberian Vitamin A pada anak usia >6 bulan setiap 6 bulan sekali hingga usia 5 tahun. Dosis Vitamin A 100.000 internasional unit untuk anak usia 6-12 bulan dan 200.000 internasional unit untuk usia ≥12 bulan.
Kapan perlu mencari pertolongan medis?
Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan jika ditemukan 1 (satu) atau lebih tanda dan gejala berikut:1
- Diare berdarah
- Dehidrasi sedang hingga berat
- Nyeri perut yang menetap dan parah
- Perubahan perilaku seperti lesu atau penurunan daya tanggap
- Muntah hebat dan berulang
- Anak menolak untuk makan dan minum
Daftar Pustaka
- O’Ryan, M. G dan Jason L., 2024. Patient education: Acute diarrhea in Children (Beyond the Basics), Tersedia dalam: Patient education: Acute diarrhea in children (Beyond the Basics) – UpToDate
- Harris, J.B., et al., 2023. Approach to the child with acute diarrhea in resource-limited Settings. Tersedia dalam: https://www.uptodate.com/contents/approach-to-the-child-with-acute-diarrhea-in-resource-limited-settings#H1159942320
- Gerson, J.B., 2023, Gastroenteritis in Children, MSD Manual Consumer version. Tersedia dalam: https://www.msdmanuals.com/home/children-s-health-issues/gastrointestinal disorders-in-children/gastroenteritis-in-children
- Aplikasi Lexidrug Mobile, 2026, UpToDate Inc.
Konsultasikan kesehatan anak Anda bersama dokter spesialis anak RKZ Surabaya. Jadwal praktik lihat di sini https://rkzsurabaya.com/dokter-spesialis-anak/