
Surabaya -Penyakit ginjal kronik masih menjadi tantangan kesehatan yang terus meningkat, sebagian besar dipicu oleh penyakit seperti diabetes melitus dan hipertensi. Melalui edukasi yang tepat, risiko kerusakan ginjal dapat ditekan. Sehingga masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan fungsi ginjal sejak dini.
Berangkat dari kondisi tersebut, RS Katolik St. Vincentius a Paulo (RKZ) Surabaya menggelar HDF Forum 2026 bertajuk “Cuci Darah: Bisa Dicegah, Bisa Lebih Nyaman”. Acara dilangsunhkan di Aula Gedung St. Yosef Lantai 8, jalan Ciliwung No. 26, Surabaya. Sedikitnya 50 peserta mengikuti forum edukasi ini untuk memperoleh pemahaman mengenai pencegahan penyakit ginjal kronik. Juga perkembangan terapi pengganti ginjal yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.



Direktur Pelayanan dan Penunjang Medis RKZ Surabaya, dr. Agung K. Saputra, MARS, dalam sambutannya mengatakan RKZ Surabaya terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat, termasuk pada layanan dialisis.
“RKZ Surabaya terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna bagi masyarakat. Salah satunya dengan menghadirkan layanan Hemodiafiltrasi (HDF) di Unit Dialisis RKZ sebagai pilihan terapi yang lebih optimal dan nyaman bagi pasien gagal ginjal. Kami berharap masyarakat tidak hanya mengenal cuci darah sebagai pengobatan, tetapi juga memahami bahwa penyakit ginjal dapat dicegah melalui deteksi dini dan pengendalian faktor risiko,” ujar dr. Agung.
Dalam forum yang juga dihadiri oleh Direktur Keperawatan Sr Reinarda, SSpS dan Direktur Umum Adm./Keu., Sr Augusta, SSpS tersebut, peserta mendapatkan edukasi dari dua dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi. dr. Pranawa, Sp.PD., Subsp.GH(K), memaparkan materi “Pencegahan Penyakit Ginjal Kronik dan Terapi Pengganti Ginjal” yang membahas faktor risiko, deteksi dini, hingga berbagai pilihan terapi bagi pasien dengan gangguan fungsi ginjal.
Sementara itu, dr. Donnie Lumbam Gaol, Sp.PD., KGH, menyampaikan materi “Bagaimana Hemodiafiltrasi Dilakukan dan Apa Saja Persiapannya?”. Dalam paparannya, peserta memperoleh penjelasan mengenai prosedur Hemodiafiltrasi (HDF), manfaat terapi tersebut dibandingkan hemodialisis konvensional, serta persiapan yang perlu dilakukan sebelum menjalani tindakan.
Selain edukasi medis, HDF Forum 2026 juga memberikan penguatan dari sisi psikologis dan spiritual. Peserta mengikuti sesi berbagi bersama Sr. Roulina, SSpS, serta pasien yang telah menjalani hemodialisis di RKZ Surabaya. Melalui pengalaman yang dibagikan, peserta diajak melihat bahwa pasien gagal ginjal tetap dapat menjalani kehidupan yang produktif dan bermakna dengan terapi yang tepat, dukungan keluarga, serta semangat untuk menjaga kualitas hidup.
Sebagai penutup, peserta diajak mengikuti HD Tour untuk mengenal lebih dekat Unit Dialisis RKZ Surabaya. Peserta bisa melihat secara langsung teknologi Hemodiafiltrasi (HDF) generasi terkini yang tersedia. Kegiatan kemudian diakhiri dengan pembagian doorprize, souvenir, dan makan siang.
Melalui HDF Forum 2026, RKZ Surabaya berharap semakin banyak masyarakat memahami pentingnya menjaga kesehatan ginjal sejak dini serta tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan untuk melakukan pemeriksaan maupun memperoleh terapi yang sesuai apabila telah mengalami gangguan fungsi ginjal. (phi)
Foto: Dok RKZ (Sena)