Apa Itu Hipertensi? Gejala, Risiko, dan Pengobatan yang Tepat

Revisi: 6 menit baca
Apa Itu Hipertensi? Gejala, Risiko, dan Pengobatan yang Tepat

Definisi

Hipertensi adalah kondisi tekanan darah tinggi yang terjadi secara menetap, sehingga dapat meningkatkan risiko kerusakan organ tubuh. Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara rutin penting dilakukan. Hipertensi umumnya ditegakkan bila tekanan darah di fasilitas kesehatan mencapai  ≥140/90 mmHg berdasarkan ukuran yang tepat dan berulang.1

Cara Pengukuran Tekanan Darah yang Ideal2

Gambar 1. Pengukuran Tekanan Darah di Fasilitas Kesehatan
 SBP/DBP* (mmHg)Protokol Pengukuran
Fasilitas Kesehatan (Faskes)≥140/90Diagnosis hipertensi ditegakkan jika nilai tekanan darah dari 2-3 kali kunjungan dengan selang waktu 1-4 minggu menunjukkan ≥140/90 mmHg.

Diagnosis hipertensi dapat ditegakkan hanya dengan 1 kali kunjungan ke faskes jika tekanan darah ≥180/110 mmHg dan terdapat bukti adanya penyakit lain seperti serangan jantung, gagal jantung hingga stroke.
Tabel 1. Pemeriksaan Hipertensi di Fasilitas Kesehatan1

Keterangan: *Sistolic Blood Pressure (SBP) dan Diastolic Blood Pressure (DBP)

Klasifikasi Hipertensi2

Klasifikasi HipertensiSBP (mmHg)DBP (mmHg)
Normal<120<80
Tinggi120-129<80
Hipertensi Tahap 1130-13980-89
Hipertensi Tahap 2≥140≥90
Tabel 2. Klasifikasi Hipertensi

Gejala

Hipertensi disebut sebagai “Silent Killer” karena sering terjadi tanpa gejala. Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara rutin perlu dilakukan untuk mendeteksi ini sejak dini. Gejala yang dapat muncul meliputi:4

  1. Sakit kepala
  2. Mimisan
  3. Irama jantung tidak beraturan
  4. Gangguan penglihatan
  5. Telinga berdengung

Hipertensi berat dapat menyebabkan kelelahan, mual, muntah, kebingungan, kecemasan, nyeri dada, dan tremor otot.

Risiko/Komplikasi Akibat Hipertensi

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan serius pada jantung. Peningkatan tekanan dan berkurangnya aliran darah ini dapat menyebabkan:4

Penyakit Jantung dan Serangan Jantung

Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah jantung sehingga aliran darah dan oksigen ke jantung berkurang. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri dada (angina) hingga serangan jantung.

Gagal Jantung

Hipertensi membuat jantung bekerja lebih keras sehingga lama-kelamaan jantung dapat melemah dan tidak mampu memompa darah dengan baik ke seluruh tubuh.

Gangguan Irama Jantung

Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan detak jantung menjadi tidak teratur dan meningkatkan risiko gangguan jantung serius.

Stroke

Hipertensi dapat merusak dan melemahkan pembuluh darah otak. Pembuluh darah dapat tersumbat atau pecah sehingga menyebabkan stroke.

Kerusakan Ginjal

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah ginjal sehingga fungsi ginjal menurun dan pada kondisi berat dapat membutuhkan cuci darah.

Kerusakan Mata

Hipertensi dapat merusak pembuluh darah kecil di retina mata sehingga menyebabkan gangguan penglihatan hingga kehilangan penglihatan.

Obat-obat yang Dapat Meningkatkan Tekanan Darah

Kontrasepsi oralPenggunaan kontrasepsi tertentu dapat meningkatkan tekanan darah, terutama kontrasepsi dengan kandungan Estrogen yang lebih tinggi.
SimpatomimetikObat penurun berat badan (misalnya Phenylpropanolamine dan Sibutramine)
Dekongestan untuk membantu melegakan hidung tersumbat (misalnya Phenylephrine dan Naphazoline)
Terapi untuk gangguan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD) (misalnya Methylphenidate)
Zat perangsang (stimulan) seperti Amphetamine, Cocaine, dan Esctasy
Produk herbal tertentu seperti Ephedra, Ma huang)
NSAID (Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs)Penggunaan obat pereda nyeri dalam jangka panjang dapat meningkatkan tekanan darah sekitar 5 mmHg, terutama obat seperti Indomethacin, Naproxen, Piroxicam, dan Ibuprofen. Obat ini juga mengurangi efektivitas beberapa obat hipertensi, terutama ACE Inhibitor dan ARB
ParacetamolPenggunaan jangka panjang dengan dosis tinggi (4 g/hari) dapat meningkatkan tekanan darah sekitar 5 mmHg
ImmunosuppressantCyclosporin A menyebabkan hipertensi
Obat kankerBevacizumab, Sorafenib, Sunitinib, Pazopanib
Ibrutinib, Acalabrutinib
Cyclospoine, acrolimus, calutamide, Cisplatin, dll
AntidepresanVenlafaxine, Clozapine, Carbamazepine, Lithium
Kortikosteroid sistemikDexamethasone, Methylprednisolone, Prdnisone, Prednisolone
Tabel 3. Obat-obat yang Dapat Meningkatkan Tekana darah1

Terapi Hipertensi

Terapi hipertensi terdiri dari perbaikan pola hidup dan penggunaan obat antihipertensi. Keduanya memiliki peranan penting untuk mencapai target terapi.

KomplikasiTarget Tekanan Darah (mmHg)
Penyakit jantung koroner120-129/70-79
Penyakit stroke120-129 sistolik
Penyakit gagal jantung120-129/70-79
Penyakit gagal ginjal kronis120-129 sistolik
Penyakit diabetetes mellitus (DM)120-129/70-79
Usia ≥85 tahun/ risiko tekanan darah rendah*<140 sistolik (sesuai kondisi pasien)
Tabel 4. Target Tekanan Darah pada Dewasa2

Keterangan:

*Pada pasien usia lanjut ≥85 tahun atau dengan keluhan pusing saat berdiri, target tekanan darah dapat disesuaikan untuk mencegah keluhan seperti pusing, lemas, dan risiko jatuh.

Perbaikan Pola Hidup

ModifikasiRekomendasi
Berat badanMenjaga berat badan sesuai dengan range IMT*. Pada usia <60 tahun IMT sekitar 20-25 kg/m2, usia >60 tahun IMT lebih tinggi dari usia <60 tahun. Lingkar pinggang <94 cm (pria) dan <80 cm (perempuan).
Diet sehatKonsumsi sayur dan buah-buahan 5 porsi per hari (1 porsi setara dengan 1 buah jeruk, apel, manga, pisang atau 3 sendok makan sayur yang sudah dimasak)
Batasi konsumsi makanan lemak jenuh seperti daging berlemak dan minyak goreng (<5 sendok makan per hari), ikan (3 kali per minggu)  
Konsumsi makanan yang tinggi magnesium, kalsium dan potasium seperti alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, polong-polongan dan tahu
Batasi konsumsi makanan tinggi garam seperti makanan frozen, makanan yang telah dikemas (e.g kecap, saus, bumbu-bumbu kemasan/botolan), makanan cepat saji dan termasuk makanan olahan roti dan sereal tinggi garam. Asupan garam dibatasi  sekitar 5 g/hari (1 sendok teh per hari)
Batasi konsumsi gula <50 gram/hari (4 sendok makan per hari)
Minuman sehatKonsumsi air putih, jus buah, dan batasi konsumsi kopi dan teh
Batasi konsumsi alkohol 2 botol (1 botol sama dengan 125 ml anggur atau 250 ml bir)/hari untuk pria dan 1,5 botol/hari untuk perempuan
Aktivitas fisikOlahraga teratur: jogging, bersepeda, yoga, renang, dan jalan kaki selama 30 menit 5-7 hari dalam seminggu
Mengurangi stresMeditasi dapat mengurangi stres sehingga dapat menurunkan tekanan darah.
Tabel 5. Modifikasi Pola Hidup1,2,3

  Keterangan : *IMT (Indeks Massa Tubuh)

Jenis Obat Antihipertensi

ACE-Inhibitor (ACEI)5

Contoh ObatCaptopril, Lisinopril, Ramipril
Aturan pakaiCaptopril diberikan sebelum makan. Penggunaan Lisinopril dan Ramipril dapat diberikan sebelum makan atau sesudah makan.
Efek sampingRuam kulit, batuk kering, pusing (terutama saat pemakaian pertama untuk Captopril).

Angiotensin II Receptor Blocker (ARB)5

Contoh ObatLosartan, Valsartan, Candesartan, Irbesartan, dan Telmisartan
Aturan pakaiObat dapat diminum sebelum atau sesudah makan.
Efek sampingPusing, diare, batuk kering.

Calcium Channel Blocker (CCB)5

Contoh obatAmlodipine, Nifedipine, Nicardipine, Diltiazem dan Verapamil
Aturan pakaiObat dapat diminum sebelum atau sesudah makan.
Efek sampingEdema, mual, pusing.

Beta Blocker (BB)5

Contoh obatBisoprolol, Atenolol, Propranolol dan Nebivolol
Aturan pakaiPropranolol sebaiknya diminum saat perut kosong. Penggunaan Bisoprolol, Atenolol, dan Nebivolol tidak dipengaruhi oleh makanan sehingga dapat diminum sebelum atau sesudah makan.
Efek sampingDiare, sembelit, pusing, mual, sakit kepala.

Diuretik5

Contoh obatFurosemide, Spironolactone dan Hydrochlorothiazide (HCT)
Aturan pakaiBerikan di pagi hari untuk menghindari buang air kecil di malam hari.
Efek sampingPayudara laki-laki lebih besar dari pada umumnya (pada pasien yang menerima Spironolactone dosis tinggi, misalnya ≥150 mg/hari).

Alpha Blocker5

Contoh obatDoxazosin, Terazosin
Aturan pakaiBerikan pada waktu yang sama setiap hari. Dosis pertama diminum sebaiknya sebelum tidur untuk mencegah terjadinya efek samping pusing, kecuali diarahkan oleh dokter.
Efek sampingPusing (risiko ini tinggi saat pertama kali menggunakan obat Doxazosin), kelelahan, malaise, vertigo, edema, nyeri perut, mengantuk, sakit kepala, sering buang air kecil.

Terapi Hipertensi pada Kondisi Khusus (Kehamilan dan Menyusui)

Informasi tentang obat antihipertensi selama kehamilan dan menyusui cukup bervariasi. Apabila obat antihipertensi diperlukan, konsultasikan kepada dokter untuk memastikan keamanan obat antihipertensi pada kehamilan dan menyusui.

Hal yang Perlu Diperhatikan Bagi Penderita Hipertensi

  1. Periksa tekanan darah secara berkala;
  2. Minum obat secara teratur sesuai resep dokter;
  3. Terapkan pola hidup sehat seperti tabel 5;
  4. Jangan menghentikan obat tanpa konsultasi.

Segera jadwalkan konsultasi ke dokter spesialis jantung untuk menjaga kesehatan pernapasan Anda. Untuk informasi lebih lengkap, dapat dilihat di: https://rkzsurabaya.com/dokter-spesialis-jantung-dan-pembuluh-darah/

Daftar Pustaka :

  1. AHA. 2025. International Society of Hypertension Global Hypertension Practice Guidelines.
  2. ESC/ESH. 2024. Guidelines for The Management of Arterial Hypertension.
  3. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Hipertensi. https://p2ptm.kemkes.go.id/uploads/VHcrbkVobjRzUDN3UCs4eUJ0dVBndz09/2019/01/Leaflet_PDF_15_x_15_cm_Hipertensi_Tekanan_Darah_Tinggi.pdf;
  4. WHO. 2025. Hypertention. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension;
  5. Aplikasi Lexicomp Version 9.5.2, Copyright 2026, Wolters Kluwer Clinical Drug Information, Inc.

apt. Angela Merici Ayu Permatasari, S.Farm.
Artikel kesehatan dari tim RKZ Surabaya

Rekomendasi untuk Anda