Merawat wajah telah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Sayangnya, masih banyak yang memilih produk perawatan kulit hanya karena tren, harga murah atau menjanjikan hasil instan. Padahal, tidak semua produk cocok untuk setiap orang. Agar kulit tetap sehat, penting untuk memilih produk yang sesuai dengan jenis dan kebutuhan kulit, serta menggunakannya dengan cara yang benar.
Kenali Jenis Kulit Anda dan Cara Merawatnya
- Kering
Kulit kering menghasilkan lebih sedikit sebum atau minyak alami yang berperan dalam melumasi kulit dan membantu melindungi dari kehilangan kelembapan, sehingga nampak kusam, dehidrasi, mengelupas, atau bahkan bersisik. Kulit sering terasa kencang dengan tekstur kasar dan garis-garis halus yang lebih terlihat.
Pemilik tipe kulit kering sebaiknya menggunakan pembersih yang lembut dan bebas pewangi, serta dapat menggunakan produk dengan kandungan ceramides, hyaluronic acid yang membantu melindungi dan mempertahankan kelembapan kulit.
- Berminyak
Kulit berminyak memproduksi minyak berlebih, sehingga wajah terlihat mengilap terutama di daerah dahi, hidung, dan dagu. Kelebihan minyak juga menyebabkan pori-pori gampang tersumbat, sehingga lebih rentan muncul komedo dan jerawat.
Pemilik tipe kulit berminyak sebaiknya menghindari produk berbasis minyak, gunakan produk dengan keterangan bebas minyak (oil free), baik pada pembersih maupun pelembap. Pembersih wajah dengan kandungan benzoyl peroxide atau salicylic acid umumnya dapat membantu membersihkan pori-pori yang tersumbat. Anda juga bisa mencari produk perawatan kulit berlabel “noncomedogenic”.
- Kombinasi
Tipe kulit kombinasi merupakan tipe kulit yang paling umum, ditandai dengan area T-zone (dahi, hidung, dagu) yang berminyak, sementara pipi cenderung kering. Kondisinya juga bisa berubah-ubah tergantung cuaca, stres atau fluktuasi hormon.
Untuk tipe kulit kombinasi, fokuskan penggunaan pelembap pada area yang lebih kering.
- Normal
Kulit normal terasa nyaman, tetapi tidak berminyak atau kering. Biasanya memiliki tekstur halus, pori-pori kecil, dan jarang bermasalah.
- Sensitif
Kulit sensitif lebih mudah bereaksi terhadap produk perawatan atau faktor lingkungan. Oleh karena itu, pilihlah produk yang bebas pewangi dan hindari bahan yang berpotensi menyebabkan kulit menjadi kering atau iritasi, seperti alkohol berkadar tinggi, pewangi, dan sodium lauryl sulfate (SLS).
Langkah Perawatan Wajah yang Benar
Bersihkan Wajah
Langkah pertama dari proses perawatan wajah adalah membersihkan wajah dari debu, minyak, sisa riasan dan tabir surya. Jika menggunakan riasan, Anda dapat memulai dengan pembersih berbasis minyak untuk mengangkat kotoran secara menyeluruh, kemudian dilanjutkan dengan pembersih berbasis air.
Pilihlah sabun berbasis air dengan pH yang mendekati pH alami kulit (sekitar 3,5-6,0). Sabun dengan pH yang terlalu tinggi dapat membuat kulit terasa kering, tertarik dan menghilangkan kelembapan alami. Sebaliknya pembersih dengan pH yang sesuai membantu menjaga lapisan kulit terutama pada kulit sensitif atau berjerawat.
Gunakan Toner
Setelah wajah bersih, gunakan toner untuk membantu menghidrasi kulit, menjaga keseimbangan pH, dan mempersiapkan kulit agar lebih mudah menyerap produk perawatan berikutnya. Sebaiknya hindari toner yang mengandung alkohol tinggi karena dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan iritasi.
Gunakan Produk Perawatan Sesuai Kebutuhan
Produk perawatan selanjutnya bergantung pada masalah kulit yang dialami, seperti noda hitam, jerawat, kemerahan, atau tanda penuaan. Anda dapat menggunakan essence, serum, ampoule, atau booster sesuai kebutuhan. Produk-produk tersebut mengandung bahan aktif dengan fungsi yang berbeda, sehingga sebaiknya dipilih sesuai kondisi kulit dan gunakan sesuai petunjuk.
Gunakan Pelembap
Pelembap merupakan langkah penting untuk menjaga kelembapan kulit dan memperkuat lapisan pelindung kulit. Pilihlah jenis pelembap yang sesuai dengan tipe kulit, misalnya gel atau emulsi untuk tipe kulit berminyak, serta krim untuk tipe kulit kering.
Lengkapi dengan Tabir Surya pada Pagi dan Siang Hari
Tabir surya (sunscreen) merupakan salah satu langkah terpenting dalam perawatan wajah. Penggunaan sunscreen setiap hari membantu melindungi kulit dari sinar ultraviolet (UV) yang dapat menyebabkan kulit terbakar, flek hitam, penuaan dini, hingga meningkatkan risiko kanker kulit.
Sinar UV, terdiri dari UV A dan UV B. Sinar UV A dapat menembus lapisan kulit lebih dalam, sehingga mempercepat penuaan dan munculnya flek hitam, sedangkan UVB menyebabkan kulit terbakar dan meningkatkan risiko kanker kulit.
Saat memilih sunscreen, pilihlah produk dengan perlindungan spektrum luas yang mampu melindungi kulit dari UVA dan UVB. Perlindungan terhadap UVB dapat dilihat dari keterangan SPF (Sun Protection Factor), sedangkan PA (Protection Grade of UVA) menunjukkan perlindungan terhadap UVA. Untuk penggunaan sehari-hari, pilihlah sunscreen dengan minimal SPF 30 dan PA+++.
Meskipun menggunakan suncreen dengan SPF tinggi, perlindungannya tidak bertahan sepanjang hari. Oleh karena itu, ulangi pemakaian setiap 2-3 jam, terutama jika banyak beraktivitas di luar ruangan, berkeringat, atau setelah mencuci wajah.
Produk Tambahan
Beberapa produk tambahan, seperti sheet mask, sleeping mask, krim mata, atau eksfoliator dapat digunakan sebagai pelengkap perawatan kulit sesuai kebutuhan.
Tips Memilih Produk Perawatan Wajah yang Aman
Setelah mengetahui jenis dan cara penggunaan produk perawatan wajah. Faktor lain yang harus diperhatikan adalah mendapatkan produk yang aman dan berkualitas, berikut tipsnya.
- Hindari menggunakan produk yang tidak mencantumkan komposisi pada kemasan.
- Hindari produk yang mengandung bahan berbahaya, seperti merkuri, hidrokuinon (tanpa resep dokter), paraben, acrylate.
- Pastikan produk memiliki izin edar dan terdaftar di BPOM. Anda dapat mengeceknya melalui https://cekbpom.pom.go.id/.
- Waspadai keaslian produk yang dijual dalam bentuk share in jar.
- Jangan mudah tergiur dengan klaim produk dengan hasil cepat.
- Hindari menggunakan produk yang sudah kedaluwarsa atau rusak. Perhatikan tanggal kedaluwarsa sebelum digunakan, simpan produk dengan benar, serta perhatikan masa pakai produk. Informasi masa pakai/waktu simpan setelah produk dibuka dapat dilihat pada masing-masing produk.
- Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan produk perawatan wajah jika Anda memiliki kulit sensitif, sedang hamil, atau menyusui. Beberapa kandungan seperti Retinol umumnya tidak dianjurkan selama kehamilan dan berpotensi memengaruhi perkembangan janin.
“Memiliki kulit yang sehat bukan tentang menggunakan beragam produk, tetapi tentang memilih produk yang benar sesuai kebutuhan, dan mengaplikasikannya dengan cara yang benar”
Konsultasikan masalah kulit Anda dengan dokter kami. Informasi mengenai layanan dan jadwal praktik dapat dilihat melalui https://rkzsurabaya.com/dokter-spesialis-kulit-dan-kelamin/
Baca juga artikel kesehatan lainnya: Bahaya Resistensi Antibiotik: Stop Minum Antibiotik Sembarangan
Referensi
1. Cleveland Clinic. What Is My Skin Type and Why Does It Matter? https://health.clevelandclinic.org/understanding-skin-types (2024).
2. Cho, C. The Little Book of Skin Care. (HarperCollins Publishers Inc., 2015).
3. Wady, A. The Secret Weapon for Acne Prone Skin: The Benefits of a Low pH Cleanser. Boosface https://bossface.co.uk/2023/10/02/the-secret-weapon-for-acne-prone-skinthe-benefits-of-a-low-ph-cleanser/ (2023).
4. Johns Hopkins Medicine. Ultravioleh Radiation. The Johns Hopkins University, The Johns Hopkins Hospital, and Johns Hopkins Health System https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/ultraviolet-radiation (2024).
5. Food and Drug Administration. Ultraviolet (UV) Radiation. https://www.fda.gov/radiation-emitting-products/tanning/ultraviolet-uv-radiation.
6. Campaign for Safe Cosmetics. Top Toxic Ingredients in Cosmetics. https://www.safecosmetics.org/toxic-ingredients/.
7. Food and Drug Administration. Shelf Life and Expiration Dating of Cosmetics. https://www.fda.gov/cosmetics/cosmetics-labeling/shelf-life-and-expiration-dating-cosmetics.