Obat Injeksi untuk Inhalasi: Indikasi dan Pertimbangan Klinis

Revisi: 12 menit baca
Obat Injeksi untuk Inhalasi: Indikasi dan Pertimbangan Klinis

Pemberian obat dilakukan dengan menggunakan prinsip 6 tepat, yaitu tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat waktu, tepat rute pemberian, dan tepat dokumentasi. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah pemilihan rute pemberian obat, karena dapat memengaruhi keamanan dan efektivitas terapi. Dalam praktik klinis, kebutuhan penggunaan obat injeksi melalui rute inhalasi semakin meningkat, terutama pada kondisi tertentu ketika sediaan inhalasi yang sesuai belum tersedia.

Penggunaan obat injeksi melalui inhalasi termasuk penggunaan off-label, yaitu penggunaan di luar indikasi atau rute pemberian yang tercantum dalam izin edar. Namun, tidak semua sediaan injeksi dapat langsung digunakan melalui inhalasi karena setiap sediaan memiliki karakteristik fisik dan kimia yang berbeda. Oleh karena itu, penggunaan obat injeksi untuk inhalasi perlu dilakukan secara tepat dengan mempertimbangkan bukti ilmiah, karakteristik obat, formulasi, pengenceran, serta aspek keamanan dan efektivitasnya. Melalui Pharmacon ini, pembahasan mengenai penggunaan obat injeksi melalui inhalasi diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan memahami hal-hal yang perlu diperhatikan sehingga terapi dapat diberikan secara aman, tepat, dan tetap memberikan manfaat yang optimal bagi pasien.1

Rute Pemberian Obat Secara Umum

RuteBentuk SediaanTujuanBioavailabilitas
OralTablet, kapsul, sirup, suspenseEfek sistemik setelah obat diserap melalui saluran cernaBervariasi, dapat berkurang akibat first-pass metabolism
ParenteralInjeksi: IV, IM, SCEfek sistemik atau lokal, sesuai lokasi pemberianTinggi, terutama IV (±100%)
InhalasiAerosol, nebulisasi, serbuk inhalasi, larutan/sediaan inhalasiTerutama efek lokal pada saluran pernapasan, dapat pula memberikan efek sistemikBervariasi, dipengaruhi deposisi dan karakteristik sediaan
Tabel 1. Rute Pemberian Obat Secara Umum

Keterangan: IV (Intravena); IM (Intramuskular); SC (Subkutan)

Beberapa bentuk sediaan obat diberikan melalui rute pemberian yang tidak sesuai dengan rute pemberian yang tertera pada izin edar (off-label), yaitu:

  1. Sediaan injeksi digunakan per oral, contoh: Midazolam injeksi digunakan sebagai sirup untuk premedikasi pada anak yang menjalani operasi.3
  2. Sediaan injeksi digunakan secara topikal, contoh: Fluorouracil injeksi diberikan secara topikal untuk mengobati karsinoma sel basal.4
  3. Sediaan oral digunakan per vagina, contoh: Misoprostol oral diberikan per vagina untuk menginduksi persalinan.5
  4. Sediaan injeksi digunakan secara inhalasi, contoh: Amikacin untuk pengobatan pneumonia. Pengobatan pneumonia memerlukan konsentrasi antibiotik di paru melebihi konsentrasi penghambat minimum (MIC) dari patogen yang menginfeksi. Amikacin memiliki penetrasi paru dan distribusi jaringan yang buruk. Penetrasi obat yang buruk di paru dapat diatasi dengan peningkatan dosis namun meningkatkan risiko efek samping. Pemberian Amikacin secara inhalasi memungkinkan pemaparan antibiotik secara langsung pada lokasi infeksi, sekaligus meminimalkan efek samping sistemik (nefrotoksisitas) bahkan ketika dosis yang diberikan sangat tinggi.6

Tujuan terapi inhalasi diringkas secara singkat sebagai “SHAPE”:8

S (Relief airway spasm): untuk meredakan bronkospasme, batuk, dan mengi;

H (Humidify): untuk melembapkan jalan napas;

An (Anti-inflamasi): untuk mengatasi peradangan saluran pernapasan;

P (Prevent): untuk mencegah komplikasi pernapasan, seperti radang jalan napas obstruksi jalan napas, atelektasis, infeksi, dan asfiksia;

E (Expectorant): untuk mengencerkan dan mengeluarkan lendir/dahak.

Pemberian obat secara inhalasi dikaitkan dengan beberapa manfaat yaitu:8

  1. Meminimalkan terjadinya efek samping
  2. Bioavailabilitas yang lebih tinggi
  3. Onset kerja cepat
  4. Penyerapan ke organ target lebih cepat, sehingga menghasilkan konsentrasi obat di paru lebih tinggi
  5. Dosis obat lebih rendah dibandingkan pemberian parenteral

Kriteria Sediaan Injeksi yang Dapat Diberikan Sebagai Terapi Inhalasi6

  • Steril dan bebas pirogen untuk mencegah risiko infeksi dan reaksi yang tidak diinginkan;
  • Bebas bahan pengawet, seperti fenol karena dapat mengiritasi saluran napas;
  • pH 4-8 agar lebih sesuai dengan kondisi saluran napas;
  • Osmolalitas 150-1200 mOsm/kg. Osmolaritas yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko batuk dan bronkospasme;
  • Kadar natrium 77-154 mEq/L untuk membantu menjaga keamanan dan efektivitas terapi.

Faktor-faktor yang Memengaruhi Efektivitas Inhalasi:7

Ukuran dan Bentuk Partikel Obat

Ukuran partikel aerosol sangat menentukan lokasi pengendapan obat di saluran pernapasan. Pada orang dewasa, partikel berukuran 1-5 µm merupakan ukuran yang paling ideal karena dapat mencapai saluran napas bagian bawah dan paru-paru sehingga obat bekerja lebih efektif. Sebaliknya, partikel yang berukuran ≥5 µm umumnya mengendap di saluran pernapasan bagian atas, seperti hidung dan tenggorokan. Sementara itu, partikel yang ≤0,5 µm dapat mencapai paru-paru, tetapi sebagian besar akan keluar kembali saat pasien menghembuskan napas sehingga jumlah obat yang tertinggal di paru menjadi sedikit. Sebagai contoh, obat Epinephrine memiliki partikel dengan ukuran <5 µm, sedangkan Lidocain memiliki ukuran partikel sekitar 3-10 µm.

Gambar 1. Deposisi Aerosol berdasarkan Ukuran Partikel

         Keterangan: AED (Aerodynamic Equivalent Diameter)

Formulasi Larutan Obat

Sifat formulasi obat juga memengaruhi keberhasilan terapi nebulisasi. Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan meliputi kelarutan, kekentalan (viskositas), dan stabilitas obat. Formulasi obat harus sesuai agar dapat menghasilkan aerosol dengan baik serta tetap stabil selama proses nebulisasi berlangsung.

Aerosol dengan sifat fisikokimia yang tidak sesuai dapat mengiritasi saluran napas dan memicu bronkospasme (penyempitan saluran napas), terutama pada pasien yang memiliki saluran napas sensitif. Selain itu, cairan yang melapisi saluran pernapasan memiliki pH yang mendekati netral. Oleh karena itu, obat inhalasi dengan pH yang terlalu asam atau terlalu basa dapat menyebabkan iritasi, kerusakan, atau peradangan pada saluran napas.

Teknik Pernapasan Dalam Penggunaan Nebulizer

Cara pasien bernapas sangat memengaruhi jumlah obat yang dapat mencapai paru-paru. Beberapa faktor yang berperan meliputi volume udara yang dihirup, kecepatan bernapas, dan aliran udara saat menarik napas. Bernapas secara lambat dan dalam membantu aerosol mencapai saluran napas bagian bawah hingga alveoli sehingga obat bekerja lebih optimal. Sebaliknya, napas yang cepat dan dangkal membuat lebih sedikit obat yang mencapai paru-paru. Selain itu, menarik napas terlalu cepat dapat menimbulkan aliran udara yang berputar (turbulensi), sehingga partikel aerosol lebih banyak mengendap di saluran napas bagian atas. Jika menarik napas secara lebih dalam dan perlahan dapat membantu lebih banyak obat mencapai dan mengendap di paru-paru.

Contoh Obat Injeksi yang Dapat Digunakan Secara Inhalasi

Nama ObatDosisAdministrasiStabilitas
Tranexamic AcidTranexamic acid secara off-label digunakan untuk pendarahan paru pada pasien anak dan dewasa dengan dosis 500 mg tiga kali sehari selama 5 hari.10Murni (konsentrasi 100 mg/ml) diberikan selama 15 menit.51 ampul (500 mg/5 ml) diencerkan dalam NaCl 0,9% ad. 10 ml konsentrasi 50 mg/ml.9Data stabilitas penyimpanan Tranexamic acid untuk pemberian inhalasi terbatas.
Colistimethate sodiumBronchiectasis, pencegahan eksaserbasi yaitu 30-150 mg CBA dua kali sehari melalui nebulizer (dosis maksimum: 150 mg CBA dua kali sehari).5Konsentrasi akhir Colistimethate sodium 3-30 mg CBA/ml.5 Untuk mendapatkan larutan tersebut, 1 vial Colistimethate sodium (1 MU~33,33 mg CBA) ditambahkan 3 ml NaCl 0,9% dan dikocok perlahan hingga larut. Larutan yang dihasilkan berwarna jernih. Hindari pengocokan yang terlalu kuat karena dapat menyebabkan terbentuknya buih.11  Larutan Colistimethate sodium hanya digunakan untuk sekali pakai. Sisa obat harus segera dibuang.11 Penyimpanan larutan >24 jam dapat meningkatkan risiko toksisitas paru, sehingga direkomendasikan penyiapan larutan segera sebelum diberikan.5  
Pneumonia (belum terdapat dosis yang jelas): 75-150 mg CBA dua kali sehari dengan kombinasi terapi antimikroba sistemik.5 Keterangan: 1 mg CBA ~ 30.000 unit Colistimethate sodium.
AmikacinPneumonia: 400-500 mg tiap 12 jam dengan kombinasi antimikroba injeksi.51 vial (500 mg/2 ml) ditambahkan dengan NaCl 0,9% hingga volume total 4 ml dijalankan selama 14-20 menit.5Data stabilitas penyimpanan larutan Amikacin untuk pemberian inhalasi terbatas. Amikacin injeksi yang telah diencerkan tetap stabil secara kimia hingga 48 jam jika disimpan pada suhu ruang (22,4-23,6°C).5
Gentamicin  Pneumonia: 8 mg/kgBB IV selama 30 menit, selanjutnya 48 jam kemudian diberikan dengan dosis yang sama melalui inhalasi.121 ampul (80 mg/2 ml) ditambahkan dengan  NaCl 0,9% hingga volume total 4 ml.13Berdasarkan USP <797> Gentamicin untuk pemberian inhalasi setelah diencerkan stabil selama 24 jam dalam lemari es.14
Infeksi Bronchiectasis non-cystic fibrosis adalah 80-160 mg sekali atau dua kali sehari.13
Ceftazidime  Infeksi Burkholderia cepacia: 1 gram tiap 12 jam.151 vial (1 gram) direkonstitusi dengan 3 ml WFI, kemudian putar perlahan vial hingga larut. Pengocokan terlalu kuat akan menghasilkan banyak buih, diamkan vial hingga buih menghilang.16Ceftazidime yang telah direkonstitusi dengan WFI stabil selama 24 jam di lemari es (2-8°C).16  
MeropenemInfeksi Burkholderia yaitu 250 mg dua kali sehari.151 vial Meropenem (500 mg) direkonstitusi dengan 10 ml NaCl 0,9%.15  Meropenem yang telah direkonstitusi stabil selama 18 jam di lemari es (2-8°C).15  
LidocainePenyakit paru obstruktif (asma dan PPOK) eksaserbasi dengan batuk yang sulit disembuhkan: 2% (40 mg/2 ml) 3-4 kali sehari (maksimum: 1-3 mg/kg).17 Jika BB pasien diketahui 50 kg, maka 1-3 mg x 50 kg = 50-150 mg (2,5-7,5 ml).1 ampul 40 mg/2 ml (2%) Lidocaine diencerkan dengan 5 ml NaCl 0,9%.17Penyiapan larutan segera sebelum diberikan/tidak dapat disimpan.5
EpinephrineBronkiolitis sedang hingga berat dan pengobatan awal croup: 0,5 mg/kg (0,5 ml/kg Epinephrine), maksimum dosis Epinephrine yang diberikan adalah 5 ml. Dosis dapat diulang setiap 60 menit jika diperlukan.18,19Epinephrine injeksi digunakan dengan dosis 0,5 ml/kg/dosis, kemudian ditambah dengan NaCl 0,9% hingga volume akhir 4-4,5 mL selama 15 menit.18 Penjelasan dosis Epinephrine pada pasien anak dapat dilihat pada tabel 3.Ephinephrine sensitif terhadap cahaya dan udara. Sisa Ephinephrine nebulizer tidak dapat disimpan.5 Rekomendasi: Epinephrine setelah diencerkan stabil selama 24 jam di lemari es (2-8°C).14
BromhexineMukolitik: 8 mg (2 ampul) dua kali sehari.5Diencerkan 1:1 dengan NaCl 0,9% (1 ampul Bromhexine 4 mg/2 ml diencerkan dengan 2 ml (total volume 4 ml).5Gunakan larutan segera setelah pencampuran untuk menghindari pengendapan.5
HeparinPPOK: Heparin (25.000 unit) kombinasi dengan Salbutamol (5 mg) tiap 6 jam.Heparin 1-2 ml (5000-10.000 unit) diencerkan dengan NaCl 0,9% hingga volume total 3 ml.21Heparin yang disimpan di tempat yang terbuat dari polypropylene stabil selama 10 hari di lemari es (2-8°C) atau selama 4 hari pada suhu kamar (20-25°C).22
Koagulasi paru: 5.000 unit dua kali sehari selama 7 hari
Eksaserbasi asma: Apabila tidak memberikan respon terhadap terapi kortikosteroid diberikan Heparin 100.000 unit selama 5 hari.20
Terbutaline sulfateAsma akut: 250-500 mcg sesuai kebutuhan, maksimum 2000 mcg/hari.231 ampul (0,5 mg/ml) diencerkan NaCl 0,9% hingga volume total 2 ml.24Terbutaline sulfate yang telah dibuka (murni) tidak dapat disimpan.24
Tabel 2. Contoh Obat Injeksi yang dapat digunakan secara inhalasi
Usia1 bulan2 bulan3 bulan4-6 bulan7-9 bulan10-11 bulan1-4 tahun>4 tahun
BB4,5 kg5 kg6 kg7 kg8 kg9 kg10-17 kg>17 kg
Epinephrine (1 mg/ml ampul)2 ml2,5 ml3 ml3,5 ml4 ml4,5 ml5 ml5 ml
NaCl 0,9% untuk ditambahkan2 ml2 ml1 ml1 ml
Tabel 3. Dosis Epinephrine Berdasarkan Usia dan Berat Badan Anak18

Reaksi Obat yang Tidak Dikehendaki dan Tata Laksananya dalam Terapi Inhalasi

Gejala Reaksi yang MerugikanKemungkinan PenyebabManajemen Klinis yang Direkomendasikan
Reaksi alergiAlergi terhadap obat atau bahan obat yang bersifat aerosol.Menanyakan terkait riwayat alergi pasien; pantau secara ketat alergi pasien; pemberian Adrenalin IV dan pengobatan lainnya. Terapi inhalasi dihentikan.
Batuk dan hipoksia parahSumbatan lendir dan dahak masif serta retensi pada saluran pernapasan.Pasien dengan dahak yang masif dan kental sebaiknya dibantu dengan suction dan tepuk pada punggung.
Pusing dan tangan mati rasaLebih sering dialami pada pasien usia muda atau paruh baya atau baru pertama kali menerima terapi inhalasi. Dipicu oleh hiperventilasi akibat gugup atau terlalu sering menghirup.Anjurkan kepada pasien untuk rileks dan bernapas dengan normal saat menerima perawatan inhalasi.
Tabel 4. Reaksi Obat yang Tidak Dikehendaki dan Tata Laksananya dalam Terapi Inhalasi8

Baca juga mengenai Penatalaksanaan Community Acquired Pneumonia Pada Dewasa

Pustaka:

  1. Jean kim dan Orlando De Jesus. 2023. Medication Routes of Admnistration. Available from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK568677
  2. Ernstmeyer K dkk. 2021. Chapter 18 Administration of Parenteral Medication. Available from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK593214/#:~:text=Administering%20medication%20by%20the%20parenteral,prescribed%20via%20the%20parenteral%20route
  3. Hashimoto, M et al. Comparison of Oral and Intranasal Midazolam Premedication in Children Undergoing Cleft Lip and Palate Surgery: A Randomized Controlled Trial. NCBI. 2025. Available from https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12568450/
  4. USP. 2003. Fluorouracil-Containing Formulation
  5. Aplikasi UpToDate® Lexidrug Version 9.5.2, Copyright 2026, Wolters Kluwer Clinical Drug Information, Inc;
  6. Matteo Bassetti dkk. 2016. Characteristics of An Ideal Nebulized Antibiotic for The Treatment of Pneumonia in Intubated Patient. Available from https://annalsofintensivecare.springeropen.com/articles/10.1186/s13613-016-0140-x 
  7. J. Meter. Chem. B. 2025, Nebulized Inhalation Drug Delivery: Clinical Applications And Advanements In Research. The Royal Society Of Chemistry (13) 821-843.
  8. Chinese College of Emergency Physicians, Emergency Committee of PLA, Beijing Society for Emergency Medicine, Chinese Emergency Medicine. Expert consensus on nebulization therapy in pre-hospital and in-hospital emergency care. Ann Transl Med [Internet]. 2019;7(18):487 [cited 2026 Jul 25]. Available from: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6803223/. doi:10.21037/atm.2019.09.09.
  9. Wand, Ori dkk. 2018. Inhaled Tranexamic Acid For Hemoptysis Treatment. Doi: https://doi.org/10.1016/j.chest.2018.09.026
  10. William Pruett, MD dkk. 2021. Oral Inhaled Medications-Beyond Bronchodilators. Available at https://www.uspharmacist.com/article/oral-inhaled-medications-beyond-bronchodilators
  11. EMC. 2023. Colomycin 1 Million International Units (IU) Powder for Solution for Injection, Infusion or Inhalation. Available at https://www.medicines.org.uk/emc/product/1094/smpc#gref
  12. Matthieu boisson dkk. 2018. Phaarmacokinetics of Intravenous and Nebulized Gentamicin in Critically ill Patients. Available at https://academic.oup.com/jac/article/73/10/2830/5045559?login=false
  13. NENC Clinical Effectiveness and Governance (CEG) Subcommittee. Nebulised Gentamicin Information for Treatment of Adults in Primary Care. Version 1 [Internet]. Newcastle upon Tyne: North East and North Cumbria Integrated Care Board, NHS; 2025 Sep 10 [cited 2026 Jul 24]. Available from: https://ntag.nhs.uk/wp-content/uploads/2025/10/NENC-Nebulised-Gentamicin-Information-for-Primary-Care-approved-Oct-2025.pdf
  14. Pearson LG. USP Compounding Standards <795> and <797> [Internet]. Rockville (MD): USP Healthcare Quality and Safety, United States Pharmacopeia; 2025 Nov 13 [cited 2026 Jul 24]. Available from: https://ncpa.org/sites/default/files/2026-01/2025-ncpa-usp-presentation.pdf
  15. Royal Brompton Hospital. Inhaled Antibiotics [Internet]. London: Royal Brompton Hospital, Guy’s and St Thomas’ NHS Foundation Trust; 2023 [cited 2026 Jul 25]. Available from: https://www.rbht.nhs.uk/sites/nhs/files/Cystic%20fibrosis%20guidelines/Inhaled%20antibiotics.pdf
  16. National Jewish Health. Using a PARI LC® Plus Nebulizer with Ceftazidime [Internet]. Denver (CO): National Jewish Health; 2024 [cited 2026 Jul 25]. Available from: https://www.nationaljewish.org/NJH/media/pdf/MF-Using-A-Pari-LC-Plus-Nebulizer-with-Ceflazidime.pdf
  17. Moses S. Nebulized Lidocaine [Internet]. FPnotebook.com. Chicago (IL): Family Practice Notebook LLC; 2026 [cited 2026 Jul 25]. Available from: https://mobile.fpnotebook.com/Lung/Pharm/NblzdLdcn.htm
  18. Médecins Sans Frontières. Appendix 16. Epinephrine Nebulisation (Adrenaline) [Internet]. In: MSF Medical Guidelines. Geneva: Médecins Sans Frontières; 2025 [cited 2026 Jul 25]. Available from: https://medicalguidelines.msf.org/en/viewport/mme/english/appendix-16-epinephrine-nebulization-32408344.html
  19. NeoMED Consensus Group. Adrenaline (Epinephrine) Nebulised: Newborn Use Only. Version 2.0 [Internet]. Sydney (NSW): Australasian Neonatal Medicines Formulary (ANMF); 2021 Apr 22 [cited 2026 Jul 25]. Available from: https://www.anmfonline.org/wp-content/uploads/2021/06/adrenaline-epinephrine-nebulised-22042021-2.0.pdf
  20. Weant KA, Humphries RL, Baker SN. Nebulized medications in the emergency department: A narrative review of nontraditional agents. Pharmaceuticals (Basel) [Internet]. 2023;16(4):584 [cited 2026 Jul 25]. Available from: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10141002/
  21. Mlcak RP. Inhalation injury from heat, smoke, or chemical irritants. In: Post TW, editor. UpToDate [Internet]. Waltham (MA): UpToDate, Inc.; 2026 [cited 2026 Jul 25]. Available from: https://www.uptodate.com/contents/inhalation-injury-from-heat-smoke-or-chemical-irritants
  22. Phelps MK, dkk. Nebulized heparin for adult patients with smoke inhalation injury: A review of the literature. J Pharm Technol [Internet]. 2020;36(4):130–140 [cited 2026 Jul 25]. Available from: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7359669/. doi:10.1177/8755122520925774.
  23. Terbutaline. In: MIMS Indonesia [Internet]. MIMS Pte Ltd.; 2026 [cited 2026 Jul 25]. Available from: https://www.mims.com/indonesia/drug/info/terbutaline?mtype=generic
  24. Informasi produk dari PT. Otto Pharmaceutical Industries.

apt. Angela Merici Ayu Permatasari, S.Farm.
Artikel kesehatan dari tim RKZ Surabaya

Rekomendasi untuk Anda